Wednesday, 5 September 2018

5th Wedding Anniversary

Alhamdulillah... Tanggal ini, 5 September 2013 yang lalu, saya mengahiri masa jomblo. Menikah dengan seorang yang sama sekali tidak saya kenal. Hanya bermodal suka sama tampang dan sikapnya yang cuek banget, emang bisa dideskripsikan sebagai pernikahan yang mungkin sedikit extrim. Saya mengira, rasa suka saya kepada seseorang tidak pernah sedalam itu. Bahkan bisa dibilang, percakapan kami gak ada faedahnya sama sekali. Ngobrol apapun tanpa berpikir dan hanya sebagai teman blogger.



Tahun 2009, saya mengenal seorang blogger ini, yang ngeblognya gak pasti. Karena saya masih jomblo, mendapatkan banyak temen blogger cowok itu prioritas utama hahah. Jadi jaman dulu itu bukan duit yang di cari, tapi kenalan cowok yang banyak. Saat itu saya masih menjadi seorang operator warnet di daerah Rungkut Surabaya. Inget ya... Saya jaga warnet bukan karena saya bisa komputer, gak sama sekali. Lulusan SMP di desa itu gak mumpuni extra kulikuler nya. Bisa dibayangkan gimana awamnya saya dengan komputer.

Tapi bagi saya, baik dulu ataupun sekarang, belajar dan selalu memupuk rasa ingin tahu adalah modal utamanya. Bukan terus nerima apa yang harus diterima. Setidaknya, saya dulu terpaksa out of the box gitu. Kenapa terpaksa? Karena pada dasarnya saya sendiri gak berani memulai sesuatu yang baru.

Saat itu, saya mulai berkenalan dengan blog karena dikenalkan oleh seseorang. Katanya blog itu asyik, menyenangkan. Sayapun memulainya, basic suka pelajaran bahasa Indonesia karena gurunya yang imut-imut membuat saya keterusan buat ngeblog lagi dan lagi. Dari sana saya kenal suami saya.

Barang-x dot blogspot dot com dulu nama blognya. Orang ini suka gak konsisten nulis diblognya. Gimana galaunya saya nunggu update-an blognya. Setiap saat, karena saat itu orang ini satu-satunya orang yang saya tunggu untuk online di Yahoo Messenger! Tapi apa, dia selalu bersembunyi di YM nya.

Lama lama Suka


Meskipun awalnya saya mengira seorang Joo itu orange tua, tapi setelah liat fotonya dari hasil ngepoin siapa aja yang deket dengannya, akhirnya saya memutuskan bahwa dia cowok yang ganteng hahaha. Rasa suka terpendam saya makin kesini makin semakin terpendam dan dalam. Saya tidak berani bicara, bahkan sering memutuskan untuk berhenti suka. Bukan karena dia menyakiti saya, tapi saya yang tersakiti oleh perasaan saya sendiri.

Jatuh cinta itu menyenangkan, meski saya gak tau betul apa itu cinta yang sebenarnya. Bukankah dulu saya masih sangat kecil, anak desa yang belum berusia 20 tahun.

Sudah puluhan kali saya menyerah dengan perasaan saya dengan orang ini. Bahkan dulu ketika belum berhijab dan masih jahiliah, saya pengen lah punya temen cowok gitu. Temen cowok yang perhatian dengan saya. Yang belakangan ini saya yakini, hal itu adalah kesalahan.

Pertengahan 2010 saya mulai berkerudung, saya ingin tapi saya takut memulai. Kerudung saya kenakan seadanya. Saya bismillah memulai untuk menutup kepala saya meskipun baju dan celana jeans masih menempel ketat ditubuh saya. Tapi niat untuk kembali membuka kerudung sama sekali gak ada. Alhamdulillah Allah mudahkan semuanya.

Tapi niatan saya untuk punya pacar sama Allah gak di dukung meskipun sempat pernah deket sama beberapa cowok. Dan saya yakin, mereka cuma kasian saja sama saya karena taulah, saya cuma penjaga warnet yang dekit dan dulu saya gendut. Ah... kalau ngomongin fisik selalu ngerasa kalah duluan, tapi sekarang saya jauh lebih bersyukur karena memiliki semuanya didalam diri saya. Fisik itu bukan masalahnya, tapi lebih kepada budi pekerti. Saya yakin gak semua orang sadari akan hal ini, dan saya yakin juga sampai sekarang pasti banyak orang yang masih mentingin fisiknya.

Pokoknyaaa... Selama 5 tahun ini saya bahagia dengan kehidupan baru kami, Terimakasih Allah... Terimakasih untuk keluarga ini. Pernikahan adalah tentang kerjasama tim, saling menyatukan visi misi dan semuanya kembali kepada niat awal, Lillahita'ala..


No comments:

Post a Comment