Thursday, 26 February 2026

7 Menu Sahur Simpel dengan Rice Cooker, Penyelamat Mantu di Rumah Mertua

Tahun ini, Ramadhan saya terasa sedikit... berbeda. Bayangkan, setelah 12 tahun menikah dan terbiasa menjadi "ratu" di dapur sendiri yang aturannya cuma dua (kalau tidak malas, ya pesan antar), kali ini saya harus menjalani puasa di rumah mertua. Ya, untuk pertama kalinya dalam satu dekade lebih!

Suasana sahur yang biasanya sunyi senyap mirip adegan film post-apocalyptic, mendadak berubah jadi penuh tekanan. Ada mata Ibu Mertua yang meskipun beliau baik hati, tetap saja membuat saya merasa sedang ikut audisi MasterChef Indonesia setiap jam 3 pagi. 

Masalahnya satu, saya bukan tipe orang yang bisa bangun tidur langsung atraksi memotong bawang dengan kecepatan cahaya. Mata saya saat sahur itu biasanya masih mode loading 1%, mirip HP jadul yang dipaksa buka aplikasi berat.

Untungnya, mama mertua punya satu penyelamat yang bisa bantuin saya jadi menantu terbaik: Miyako Nanoal. Si penanak nasi ini adalah Rice Cooker legendaris yang sudah ada sejak zaman saya masih sekolah sampai sekarang sudah jadi menantu. Alasan saya setia? Sederhana. Dia itu Awet, terbukti dari ketahanannya yang tahan banting dan yang paling penting, Irit. 

Di tengah pengeluaran Ramadhan yang biasanya melonjak drastis, punya perangkat yang affordable tapi performanya bintang lima itu adalah kemenangan kecil bagi dompet saya.

Demi menjaga reputasi sebagai menantu teladan di depan mertua tanpa harus menguras tenaga, 

inilah 7 ide menu sahur praktis yang semuanya cuma butuh satu alat ajaib :

  • Nasi Liwet Instan Anti Ribet

Ini adalah menu pembuka yang paling aman untuk mengambil hati mertua. Tinggal masukkan beras, air, santan instan, daun salam, serai, dan jangan lupa teri jengki atau petai kalau mertua suka.

Tekan tombol cook, lalu saya bisa lanjut cuci muka atau sekadar mengumpulkan nyawa. Begitu matang, aromanya bakal memenuhi rumah, bikin mertua mengira saya sudah bangun dari jam 2 pagi buat masak serius. Padahal? Miyako yang kerja keras, saya yang dapat nama.

  •  Sop Ayam Tinggal Cemplung

Siapa bilang bikin sop harus pakai kompor dan ditunggu sampai berbusa? Masukkan potongan ayam, wortel, kentang, dan bumbu halus ke dalam Rice Cooker. 

Keunggulan panci Nanoal yang anti lengket ini bikin sari-sari daging nggak menempel di dasar, jadi kuahnya tetap bening dan gurih. Menu ini sangat menghangatkan perut saat sahur, dan yang pasti, meminimalisir cucian piring yang numpuk, poin plus buat menantu yang ingin terlihat rapi di dapur.

  • Nasi Kuning Wangi Tanpa Kukusan

Dulu, saya pikir bikin nasi kuning itu seribet menyusun skripsi. Harus dikukus berkali-kali. Ternyata, dengan takaran air yang pas, nasi kuning bisa lahir dengan sempurna dari perut Miyako. 

Warna kuningnya merata, nasinya pulen, dan tidak ada drama nasi gosong di bawah. Sajikan dengan telur dadar iris, dan voila! Sahur terasa seperti perayaan syukuran kecil-kecilan di meja makan mertua.

  • Bubur Ayam Gurih, Set-and-Forget

Kalau lagi malas mengunyah yang berat-berat, bubur adalah solusinya. Masukkan beras dengan air yang lebih banyak (perbandingan 1:5), tambahkan kaldu ayam dan sedikit garam. 

Nyalakan sebelum tidur atau gunakan fitur timer jika ada. Tekstur bubur yang dihasilkan sangat lembut, mirip bubur hotel bintang lima tapi dengan biaya yang sangat Irit. Mertua pasti senang karena bubur ini sangat ramah untuk pencernaan di pagi hari.

  • Pasta "One Pot" Ala Cafe

Nah, kalau bosan dengan nasi, coba masukkan pasta penne atau fusilli ke dalam panci. Tambahkan saus bolognese botolan, sedikit air, dan potongan sosis. Masak sampai air menyusut dan pasta empuk. 

Hasilnya? Pasta yang creamy dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Ini menu favorit kalau anak-anak ikut sahur di rumah neneknya, suasananya jadi modern tapi tetap praktis.

  • Omurice (Nasi Goreng Rice Cooker)

Trik rahasia, masukkan beras, bumbu nasi goreng instan, sedikit margarin, dan potongan sayuran beku. Setelah nasi matang, pecahkan telur di atasnya saat masih mode warm, lalu tutup lagi selama 5 menit. 

Telurnya akan matang dengan uap panas nasi. Hasilnya adalah nasi goreng yang tidak berminyak, lebih sehat, dan tentu saja tidak bikin dapur mertua berantakan karena cipratan minyak goreng. Wahh.. sungguh ini menu makan sahur yang luar biasa simple tapi mewah.

  • Sayur Lodeh Praktis

Mertua saya paling suka sayur lodeh. Ternyata, memasak lodeh di Rice Cooker Miyako Nanoal itu sangat bisa! Masukkan bahan lodeh (labu siam, kacang panjang, jagung) dan santan encer.

 Jangan terlalu penuh agar tidak meluap. Kesabaran Miyako dalam memanaskan secara stabil membuat sayuran matang merata tanpa hancur. Ini benar-benar penyelamat saat gas di dapur mendadak habis tepat di jam sahur.

Kenapa Harus Miyako Nanoal?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa saya begitu fanatik dengan satu merek ini? Jujur saja, di era media sosial yang penuh pamer barang mewah, saya lebih memilih fungsi daripada sekadar gengsi. 

Memang ada banyak pilihan di luar sana, tapi buat saya yang sudah 12 tahun menjalani asam garam rumah tangga, loyalitas saya jatuh pada yang sudah teruji waktu.

Miyako Nanoal itu ibarat sahabat lama. Dia tidak banyak menuntut, tidak bikin tagihan listrik melonjak (sangat Irit), dan pancinya itu... ampun deh, bandel banget! Lapisan Nanoal-nya membuat nasi tidak lengket, sehingga saya tidak perlu tenaga ekstra untuk menggosok panci saat mencuci piring di depan mertua. Menjaga kebersihan itu sebagian dari iman, tapi menjaga panci tetap bersih tanpa drama itu sebagian dari kebahagiaan menantu.

Pantes aja.. Miyako ini menjadi rice cooker Kesayangan Nikita Willy, gimana aku juga nggak sayang?

Penutup, Empati di Atas Meja Makan



Sahur di rumah mertua bukan cuma soal apa yang kita makan, tapi soal bagaimana kita menghargai momen bersama. Dengan bantuan teknologi yang Awet dan praktis, saya bisa punya waktu lebih banyak untuk mengobrol dengan Ibu Mertua di meja makan, alih-alih cuma sibuk di depan kompor dengan muka ditekuk karena kurang tidur.

Etika di dapur mertua itu mirip dengan etika di transportasi umum, jangan egois. Gunakan alat yang efisien, jaga kebersihan, dan pastikan apa yang kita buat bisa dinikmati semua orang. 

Berkat 7 ide menu ini, puasa pertama saya di rumah mertua setelah 12 tahun menikah jadi terasa lebih ringan. Kaki tidak pegal karena berdiri lama, hati pun tenang karena urusan dapur aman terkendali.

Jadi, buat kamu yang mungkin bernasib sama dengan saya tahun ini, jangan panik. Cukup siapkan bahan-bahan di malam hari, masukkan ke panci ajaib, dan biarkan teknologi bekerja untuk kamu.

Latest
Next Post

post written by:

Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

0 comments: