Sejak menggeluti dunia blogging dan jadi konten kreator di TikTok dan YouTube, aku sudah berniat untuk nggak cuma untuk mencari cuan tapi juga berbagi ilmu dan pengalaman.
Buatku, berbagi itu bukan soal pamer atau sekadar ikut tren, tapi ini soal kontribusi, soal memberi dampak, sekecil apa pun itu.
Awalnya, aku cuma iseng-iseng nulis blog (2009) untuk menuangkan pikiran dan curhat pengalaman pribadi. Tapi makin ke sini, aku sadar bahwa ternyata banyak orang yang relate dengan apa yang aku tulis. Dari situ, muncul semacam tanggung jawab moral. Kalau pengalaman dan pengetahuanku bisa membantu orang lain, kenapa nggak dibagikan?
Begitu juga waktu aku mulai aktif di TikTok dan YouTube. Aku tahu algoritma-nya pasti bakal tricky dan kadang bikin kita tergoda untuk bikin konten yang “ramai,” tapi aku selalu berusaha kembali ke niat awal, ‘konten yang punya nilai.’
Entah itu tutorial pakai hp Android, tips produktivitas, atau sekadar insight dari pengalaman gagal, semuanya aku kemas se-simple dan se-autentik mungkin.
Monetisasi itu memang penting, tapi bukan jadi satu-satunya tujuan. Buatku, ketika seseorang DM dan bilang, “Kak, makasi ya, videonya sangat membantu buat aku,” itu rasanya jauh lebih berharga. Dan itu juga yang bikin aku terus semangat untuk belajar dan mengeksplorasi hal-hal baru, supaya apa yang aku bagikan tetap relevan dan bermakna.
Sajak remaja saya terbiasa tampil tanpa make up. Terbiasa tampil bare face ini bukan karena saya percaya diri dengan kulit wajah saya. Tapi lebih tepatnya karena saya lebih suka tampil dengan wajah polos.
Namun masalahnya, kebiasaan tampil tanpa make-up ini juga membuat saya jadi agak kurang peduli pada kulit wajah, yang ujung-ujungnya bikin saya jarang melakukan perawatan.
Bahkan ketika saya sudah menikah pun, saya masih tetap jarang melakukan perawatan wajah pakai berbagai macam skin care seperti kebanyakan wanita pada umumnya.
Keputusan saya yang kurang bijak ini ternyata belakangan mendatangkan sesal. Pasalnya, wajah saya tampak lebih cepat menua jika dibandingkan dengan wanita-wanita seusia saya.
Saya menyadari kondisi kulit wajah saya yang menua ketika reuni dengan teman-teman sekolah beberapa tahun yang lalu.
Sejak itulah, saya mencoba mencari tahu bagaimana caranya melakukan perawatan kulit untuk membuat kulit saya agar terlihat kembali muda.
ASUS Republic of Gamers (ROG) Phone atau yang lebih kita kenal dengan sebutan “ASUS ROG Phone” sejatinya adalah gaming phone (hp yang didesain khusus untuk para gamer).
Karena didesain untuk bermain game maka, ponsel ini pun lebih dimaksimalkan untuk mendukung game berbasis ponsel.
Tapi ide tersebut sedikit mengalami transformasi ketika ASUS memperkenalkan ROG Phone seri 8 (ROG Phone 8).
Kini, ponsel yang identik dengan gamer ini tidak hanya menawarkan sebuah perangkat yang cocok untuk bermain game saja, melainkan sebuah hp premium yang multifungsi.
Dengan begitu, ROG Phone 8 juga bisa digunakan oleh content creator, streamer, vlogger, influencer, photo dan video editor, music editor, music arranger, atau bahkan oleh pengguna biasa yang mendambakan sebuah hp yang kuat di segala lini--entah itu untuk sekedar berselancar di sosial media atau untuk digunakan menonton film-film favorit.
Ya, saya berani mengatakan bahwa ini adalah satu-satunya ponsel gaming yang levelnya #BeyondGaming.
Jadi, hp ini tuh, tidak hanya menawarkan spek gahar dan fitur-fitur gaming saja, tapi juga menawarkan level premium di semua aspek. Mulai dari,
Bingkai atau frame tengah ponsel ini menggunakan bahan aluminium
Body depan dan belakang dilindungi dengan Corning Gorilla Glass victus 2
Body-nya juga telah mengantongi sertifikasi IP68 yang membuat hp ini tahan air meski kecemplung hingga kedalaman 1,5 meter (maksimal selama 30 menit)
Layar menggunakan teknologi termutakhir yang jernih dan hemat daya yaitu, LTPO AMOLED dari Samsung
Kameranya sudah dilengkapi dengan gimbal OIS yang membuatnya jauh lebih stabil saat digunakan untuk merekam video atau mengambil foto
Didukung kamera telephoto yang juga didukung OIS sehingga hasil Zoom pun tidak goyang
Audionya terdengar sangat ciamik karena didukung audio resolusi tinggi, baik saat didengarkan via loudspeaker, headphone kabel, maupun TWS
Dibekali baterai 5500 mAh yang didukung HyperCharger 65 watt yang dapat mengisi daya dari 0 - 100% hanya dalam waktu kurang lebih 39 menit. Dan, didukung pula dengan wireless charger 15 watt
Sistem pendingin revolusioner SoC 360° Gen 2 yang dapat menjaga serta meningkatkan performa hp
Singkatnya, ASUS ROG Phone 8 ini adalah ponsel flagship yang dirancang sebagai perangkat premium, yang cocok untuk semua pengguna tanpa meninggalkan fungsinya sebagai sebuah ponsel gaming murni.
Jadi, buat kalian para gamer yang sudah terbiasa bermain game pakai ASUS ROG Phone versi terdahulu, kalian nggak perlu khawatir! Karena semua fitur-fitur game yang selama ini ada di ASUS ROG Phone tetap bisa kalian nikmati di ROG Phone 8 ini.
Bahkan, berbagai fitur-fitur untuk bermain game kini semakin lengkap. Khususnya dengan adanya tambahan fitur Ai yang mengalami penyempurnaan seperti X-Sense, X Capture, dan AI Grabber.
Ketiga fitur Ai tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan pengalaman gamer selama bermain game favorit masing-masing.
Untuk mengetahui sejauh apa kekuatannya dan bagaimana ponsel gaming ini mengalami transformasi, yuk simak review ASUS ROG Phone 8 di bawah ini.
Ngomong-ngomong soal mata. Saya teringat pada sebuah kisah menarik tentang seorang abid (ahli ibadah) yang ketika sudah meninggal dan kemudian akan dimasukkan ke dalam surga oleh Allah dengan rahmat-Nya.
Allah berkata, “masuklah ke dalam surga-Ku dengan rahmat-Ku.”
Tapi sang abid protes dan merasa bahwa dirinya seharusnya dimasukkan ke dalam surga karena amal ibadahnya, bukan karena rahmat Allah--mengingat ia sudah beribadah sepanjang hayatnya.
Maka Allah pun kemudian menimbang amal ibadah sang abid sepanjang hayatnya untuk dibandingkan dengan (sebelah) matanya yang merupakan nikmat dari Allah.
Setelah ditimbang, ternyata nikmat Allah kepada sang abid yang berupa sebelah biji mata tersebut, jauh lebih berat dibandingkan dengan amal ibadah sang abid sepanjang hidupnya.
Menarik ya? Selain bisa diambil pelajaran dari sudut pandang religi, cerita ini juga mengajarkan kita banyak hal. Salah satunya adalah, betapa sebelah biji mata saja sangat… sangat berharga.
Bayangkan, seandainya ada orang yang menawar satu biji mata kita dengan harga… Rp 1 miliar misalnya. Apakah kita akan memberikannya? Saya nggak yakin! Bahkan jika ditawar 5 miliar atau 10 miliar sekalipun.
Itulah gambaran betapa berharganya mata yang kita miliki ini. Maka sudah sewajarnya apabila kita menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan mata--agar tetap bisa kita nikmati hingga akhir hayat.
Nah, di era digital ini, sebagian besar kita (masyarakat Indonesia) sudah punya smartphone. Yang selain bisa menghadirkan banyak kemudahan dalam hidup kita, (sayangnya) juga bisa mengakibatkan hal-hal negatif. Misalnya, bisa membuat mata kita lebih mudah mengalami berbagai masalah. Seperti mata minus (miopia) hingga sindrom mata kering contohnya.
Pengalaman Saya Mengalami Mata Kering
Bagi saya, pengalaman mengalami mata kering adalah salah satu pengalaman yang paling “drama” sepanjang saya mengenal dan menggunakan perangkat digital.
Tapi sayangnya, setelah beberapa kali saya mengalami sindrom mata kering akibat terlalu lama menatap layar, saya tetap tidak menyadari dan tidak mengetahui bahwa itu adalah sindrom mata kering. Yang saya tahu, mata saya sering terasa sakit seolah-olah seperti kemasukan pasir. Tapi saat saya periksa, saya tidak menemukan sebutir pasir pun di mata saya.
Pertama kali saya mengalami sindrom mata kering ini sekitar pertengahan tahun 2011. Waktu itu saya bekerja sebagai salah satu desainer grafis di perusahaan fashion. Ceritanya… setelah bekerja seharian di kantor pakai komputer. Di rumah, saya kembali menghabiskan waktu di depan layar komputer untuk memainkan game favorit saya hingga larut malam.
Dan, keesokan harinya ketika saya bangun tidur, saya merasakan mata saya seperti kemasukan benda asing. Awalnya saya menyangka jika itu pasti tahi mata kering yang masuk ke mata saya. Karena ketika bangun tidur, saya memang sempat mengucek-ngucek mata.
Saya pun mencoba melihatnya dari kaca cermin. Setelah bercermin, ternyata tidak ada satu pun benda asing di dalam mata saya. Tapi ketika saya berkedip atau menggerakkan bola mata. Mata saya terasa sakit. Rasanya itu… persis seperti kelilipan pasir.
Ketika dulu pertama kali mengalami masalah sindrom mata kering ini, saya menyangka bahwa itu adalah akibat kurang tidur, atau karena saya kebanyakan begadang. Setelah pengalaman tahun 2011 tersebut. Saya semakin sering mengalami kasus serupa. Prosesnya pun nyaris sama.
Tapi untungnya, beberapa waktu lalu saya membaca beberapa artikel yang membahas seputar sindrom mata kering. Saya pun menyadari kalau banyak dari gejala-gejala sindrom mata kering yang ditunjukkan di artikel-artikel tersebut sama persis dengan gejala yang saya alami saat mengeluh sakit mata.
Jadi, buat kalian yang belum tahu, mata kering itu punya beberapa gejala yang bisa kita jadikan sebagai indikasi untuk mengetahui bahwa yang kita alami tersebut benar-benar merupakan sindrom mata kering. Seperti misalnya,
Mata terasa kering secara harfiah
Mata pegal dan akan terasa sakit ketika digerakkan untuk melirik ke kiri atau ke kanan
Mata sepet dan terasa agak kasar ketika digunakan untuk berkedip
Kalau parah, mata akan terasa seperti kelilipan atau kemasukan benda asing
Mata yang terasa seperti kelilipan ini akan membuat mata kita terus-menerus berair
Sebagian orang ada juga yang mengalami gejala seperti iritasi atau seperti biji mata seolah-olah luka
Dan, ada juga gejala yang disertai dengan rasa gatal hingga memaksa kita untuk mengucek-ngucek mata, yang sayangnya justru akan memperparah kondisi mata kita
Sindrom Mata Kering Bikin Drama
Ketika dulu mengalami sindrom mata kering. Saya sama sekali tidak bisa beraktivitas. Karena setiap menggerakkan bola mata atau berkedip, mata akan terasa agak perih seolah-olah tergores oleh benda asing yang masuk ke mata. Saya juga kesulitan melihat karena air mata terus-menerus keluar.
Kondisi tersebut sudah pasti mempengaruhi produktivitas saya. Selain mempengaruhi produktivitas, sindrom mata kering yang saya alami juga sudah pasti mengganggu pekerjaan saya. Apalagi, salah satunya pernah saya alami ketika deadline sudah mepet.
Dari pengalaman saya ini. Saya ingin berbagi dan mengingatkan teman-teman bahwa, masalah mata kering ini nyata adanya. Dan, kebanyakan dialami oleh generasi digital yang memang sering menatap layar hp ataupun komputer selama berjam-jam.
Tapi, kalian mungkin bertanya-tanya dan merasa heran, mengapa ada orang yang bekerja dengan komputer setiap hari tapi tidak mengalami masalah mata kering?
Penyebab Mata Kering
Jadi begini…
Mata kering karena terlalu lama menatap layar hp ataupun laptop akan lebih mudah kita alami kalau kita jarang berkedip. Biasanya, ketika kita serius dan fokus, kita seringkali lupa untuk berkedip. Semakin sering kita lupa berkedip, makar risiko mengalami mata kering akan semakin tinggi.
Tapi kalau kita rajin berkedip, meskipun kita seharian menatap layar, hal itu tidak akan banyak berpengaruh. Jadi, menurut para ahli kesehatan, kita disarankan untuk setidaknya berkedip setiap 20 menit sekali. Tentunya, semakin sering kita berkedip akan semakin baik. Misalnya 5-10 kali per menit.
Semakin sering kita berkedip saat menatap layar, akan semakin kecil risiko kita mengalami mata kering. Jadi, inilah jawaban dari pertanyaan “mengapa ada orang yang bekerja dengan komputer seharian tapi tidak mengalami sindrom mata kering?” di atas tadi.
Tapi perlu diingat bahwa, jarang berkedip hanyalah satu diantara sekian penyebab mata kering. Jadi, selain jarang berkedip, sebenarnya masih ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko kita mengalami mata kering. Berikut adalah faktor yang saya maksud.
1. Melihat layar di tempat gelap
Jadi, sebisa mungkin hindari melihat layar hp atau laptop ketika akan tidur, khususnya setelah lampu dimatikan. Karena selain bisa meningkatkan risiko mata kering, menatap layar di tempat yang gelap juga beresiko menyebabkan:
Mata lelah. Intensitas cahaya yang rendah akan membuat mata berusaha keras untuk menyesuaikan diri
Menyebabkan penglihatan kabur. Hal ini biasanya terjadi karena pupil akan melebar saat kita melihat layar yang cerah di tempat yang gelap. Jadi, ini juga beresiko menyebabkan mata mengalami rabun jauh (mata minus)
Mata juga akan kesulitan melihat detail warna yang akurat
Gangguan tidur. Saya yakin resiko yang satu ini sudah tidak asing lagi. Karena sudah banyak yang membahas tentang gangguan tidur akibat radiasi sinar biru yang dipancarkan oleh layar
Meningkatkan ketegangan pada mata. Penyebabnya adalah karena kontras yang tinggi antara layar yang cerah dengan lingkungan di sekitar kita yang gelap
2. Menatap layar di ruangan ber-AC
Suhu yang rendah atau cuaca yang agak dingin biasanya identik dengan udara yang kering. Karena pada umumnya, cuaca yang dingin memiliki kelembaban yang lebih rendah dibandingkan dengan udara hangat.
Ruangan ber-AC adalah salah satu contoh lingkungan yang kering. Ketika berada di lingkungan yang kering, tubuh kita akan mengalami penguapan cairan lebih cepat dibandingkan kalau kita berada di ruangan yang hangat.
Melalui proses yang sama, udara yang kering di ruangan ber-AC juga akan bikin air mata lebih mudah menguap hingga menyebabkan mata kering dan iritasi.
Jadi, kalau kalian sering menatap layar hp atau komputer di ruangan ber-AC, cobalah untuk lebih sering berkedip dan perbanyak minum air putih. Tujuannya adalah untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dan tetap lembab.
3. Mensetting layar terlalu cerah
Banyak orang yang lebih suka jika layar hp-nya atau monitornya terlihat sangat cerah. Karena layar yang cerah akan lebih jelas dalam menampilkan gambar.
Tapi sayangnya, layar ponsel ataupun layar komputer yang terlalu cerah bisa meningkatkan risiko mata kering. Dan meningkatkan beberapa risiko lainnya. Termasuk, gangguan tidur, stres mata, ketegangan otot mata, dan bisa juga meningkatkan risiko kerusakan retina mata.
Insto Dry Eyes: Cara Ampuh Mengatasi Mata Kering
Dulu, waktu saya mengalami mata kering, saya biasanya akan beristirahat total untuk mengistirahatkan mata. Tapi, baru-baru ini saya menemukan salah satu obat tetes mata yang manjur untuk mengatasi gejala mata kering.
Obat mata kering yang saya maksud ini adalah Insto Dry Eyes. Obat ini memang secara khusus setelah diformulasikan untuk mengatasi berbagai gejala mata kering.
Kelebihan #InstoDryEyes sendiri terletak pada kandungannya. Pada tiap mililiter-nya mengandung hydroxypropyl methylcellulose 3.0 mg serta benzalkonium chloride 0,1 mg.
Bagi saya, obat mata Insto Dry Eyes ini adalah #SolusiMataKering yang sangat efektif untuk mengatasi berbagai gejala mata kering, seperti mata sepet dan mata pegel.
Jadi, kapanpun kalian mengalami gejala mata kering seperti yang saya sebutkan di atas, langsung aja beli Insto Dry Eyes di toko obat atau di apotik. Atau, kalau toko obat terlalu jauh, kalian bisa cari minimarket terdekat.
Obat mata kering Insto Dry Eyes yang saya miliki di rumah juga saya beli di Alfamart dengan harga sekitar Rp17.500. Menurut saya, harganya masih relatif terjangkau dan sebanding dengan manfaatnya.
Untuk jaga-jaga, nggak ada salahnya kalau kalian menyediakan Insto Dry Eyes di kotak P3K. Karena berdasarkan pengalaman saya pribadi, meski kita sudah tahu kalau harus berkedip untuk mencegah agar mata tidak kering saat menatap layar, tapi tetap saja, saat kita lagi asyik nonton atau main game atau saat asyik menikmati konten-konten di hp atau di komputer, kita masih suka lupa berkedip.
Nah, kalau kalian sering melihat layar hp atau komputer sebelum tidur, suka main game di tempat yang minim cahaya, atau sering movie marathon, kalian wajib punya Insto Dry Eyes di rumah. Terlebih, kalau pekerjaan kalian memang mengharuskan kalian untuk menatap layar seperti saya.
Cara Menggunakan Insto Dry Eyes
Cara mengobati gejala mata kering menggunakan Insto Dry Eyes sangat mudah. Adapun cara pakainya adalah, dengan meneteskan 1 atau 2 tetes obat mata kering ini ke setiap mata sebanyak 3 kali sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter.
Sedangkan bagi kalian yang pakai lensa kontak. Obat ini bisa kalian aplikasikan 15 menit sebelum menggunakan lensa kontak.
Saat meneteskan obat ke mata, hindari jangan sampai ujung tetes mata mengalami kontak langsung dengan kulit ataupun bulu mata. Tujuannya adalah untuk mencegah agar obat tetes mata ini tidak terkontaminasi bakteri atau jamur atau virus.
Kalau gejala mata kering yang kalian alami sudah reda, sebaiknya hentikan penggunaan obat tetes mata ini.
Obat yang sudah dibuka sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan bersih dengan suhu ruangan. Serta, sebaiknya tidak digunakan jika sudah dibuka lebih dari 1 bulan.
Penutup
Sebagai generasi digital, kita sudah barang tentu akan selalu menggunakan smartphone dan berbagai macam perangkat digital lainnya, termasuk komputer atau laptop dalam berbagai aktivitas kita sehari-hari.
Tapi asyik bekerja dan menikmati berbagai konten di perangkat digital kerap membuat kita lupa berkedip hingga menyebabkan mata jadi kering. Meskipun kita sudah tahu bahwa kita harus berkedip (maksimal) setiap 20 menit sekali, tapi anjuran ini kerap kali terlupakan.
Karena itu, untuk mencegah bahaya mata kering, dan agar sindrom mata kering nggak bikin drama, sebaiknya selalu sediakan Insto Dry Eyes di rumah, di kantor, di tas, atau di kendaraan. Karena obat mata kering ini cukup ampuh dalam membantu mengatasi gejala mata kering.
Selain itu, cobalah untuk terus berlatih membiasakan diri: berkedip setiap 15 atau 20 menit sekali ketika menatap layar; hindari melihat layar di tempat-tempat yang gelap; perbanyak minum air putih; serta konsumsi makanan yang banyak mengandung asam lemak omega 3 dan vitamin A karena sangat baik untuk menjaga kesehatan mata.
Menjadi seorang ibu adalah salah satu impian saya sejak sebelum menikah. Pekerjaan sebagai seorang baby sitter membuat saya sangat menyukai anak-anak. Karena itulah, sejak saat itu, saya berjanji kepada diri sendiri untuk menjadi seorang ibu yang menyenangkan bagi anak-anak saya termasuk dalam hal belajar.
Dan... sampai sekarang, saya masih belum menemukan formula paling tepat untuk membuat anak-anak mau belajar tanpa diperintah.
Hampir setiap hari, saya mengajak mereka untuk mengaji, membaca, menulis, atau sekedar melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa mengasah keterampilan dan memancing kreativitas mereka.
Lelah? Nggak juga sih. Saya hanya ingin melihat anak-anak menyadari bahwa belajar itu merupakan “kebutuhan” bukan “kewajiban.”
Di rumah, kami sebenarnya sudah punya jam belajar. Mulai dari ba’da Maghrib untuk mengaji Al-Quran dan hafalan. Kemudian ba’da Isya untuk membaca, menulis, dll.
Tapi, setiap pulang sholat Magrib dari musholla, anak-anak seolah-olah lupa kalau itu adalah waktu buat mereka untuk mengaji. Entah lah, apakah mereka lupa atau memang pura-pura lupa? hehehe…
Jadi, alih-alih langsung pulang, mereka lebih sering “nyantol” di samping mushola atau di samping rumah tetangga buat main-main sama teman-temannya.
Kalo dilihat dari gelagatnya sih, anak-anak saya memang lebih suka bermain daripada belajar. Apakah anak-anak lain juga seperti itu? Mungkin saja…
Soalnya kalau ngaca sama diri sendiri. Waktu saya kecil dulu, saya juga lebih memilih buat main daripada belajar. Bahkan, meski hukuman menanti, saya tetap enggan melewatkan keseruan bermain sama teman-teman.
Pengalaman masa kecil saya dulu inilah yang membuat saya tetap sabar menghadapi berbagai tingkah laku anak. Tapi tetap, saya berprinsip, anak-anak butuh sedikit dorongan (paksaan) agar mereka mau meluangkan sedikit waktu buat belajar.
Sebab, walau bagaimanapun, masa kecil adalah masa terbaik bagi mereka untuk belajar dimana memori otak mereka masih sangat kuat. Hanya saja, metode yang kita terapkan kadang kurang disukai anak, sehingga mereka merasa enggan untuk melakukannya.
Karena itu, sampai sekarang saya masih mencari-cari formula yang tepat untuk membuat anak-anak merasa senang belajar.
OREO Wafer Jadi Penyemangat Belajar Anak
Untuk memancing minat belajar anak, saya selalu mencoba berbagai cara. Mulai dari,
1. Menemani mereka. Karena bagi saya, menemani anak-anak belajar itu punya segudang manfaat. Misalnya,
Belajar bersama membuat suasana jadi lebih hangat
Ada kesan yang tak terlupakan saat kita sebagai orang tua menemani anak belajar
Menguatkan ikatan antar anggota keluarga
Menemani anak saat belajar juga bermanfaat untuk memberikan dukungan emosional yang sangat sangat mereka butuhkan. Dukungan ini dapat membantu anak merasa lebih percaya diri, aman, dan nyaman saat belajar
Membantu mereka agar tetap termotivasi
Ini adalah waktu yang baik untuk berinteraksi dan berbicara dengan anak-anak tentang apa yang mereka pelajari
Saat menemani anak belajar adalah kesempatan kita (orang tua) untuk memantau kemajuan akademik dan perkembangan anak, sehingga bisa segera mengatasi masalah jika ada
Dan, tentu masih banyak manfaat lainnya
2. Memberi mereka hadiah sederhana jika belajar tanpa diminta 3. Menyediakan cemilan kesukaan anak
Khusus untuk cemilan, saya selalu berusaha memberikan anak cemilan yang mengandung nutrisi seperti buah-buahan. Tujuan saya adalah, agar anak-anak tidak hanya merasakan enaknya makanan dan bikin mereka merasa kenyang, tapi juga mendapatkan manfaat tambahan bagi kesehatannya.
Untuk cemilan, selain buah saya biasanya akan memilih cemilan yang diproduksi dengan bahan-bahan pilihan dan bisa membangkitkan semangat serta keceriaan seperti OREO Wafer.
Mungkin banyak diantara teman-teman yang belum tahu kalau, OREO yang dimiliki oleh Mondelez, nggak cuma memproduksi biskuit OREO saja lho. Sekarang mereka juga punya produk bernama “OREO Wafer.”
Kalau saya beritahu anak bahwa cemilan untuk belajar nanti adalah OREO Wafer, dijamin anak-anak akan langsung pulang ke rumah selepas sholat Magrhib, dan belajar tanpa diminta.
Jadi, buat Ayah-Bunda yang masih merasa kesulitan mengajak anak-anak buat disiplin belajar, menyajikan cemilan favorit anak mungkin bisa menjadi salah satu metode yang bisa dicoba.
Petualangan OREO Wafer & Film Petualangan Sherina 2
Menurut saya, rasa OREO Wafer itu seperti gabungan antara citarasa biskuit OREO yang khas dengan lapisan wafer yang renyah diantara krim vanila yang lembut.
Dengan karakteristik tekstural yang unik ini saya merasa OREO Wafer mampu memberikan pengalaman kuliner yang menggugah selera. Terutama bagi kita-kita yang menggemari OREO dan juga wafer.
Kalau saya pikir-pikir, mungkin itulah sebabnya mengapa OREO Wafer bisa menjadi salah satu cemilan favorit keluarga kami.
Saya sendiri sebenarnya baru tahu kalau OREO punya produk OREO Wafer. Tahunya juga gara-gara film Petualangan Sherina 2.
Ceritanya gini…
OREO Wafer ini berkolaborasi dengan film Petualangan Sherina 2 untuk mengajak keluarga Indonesia menciptakan momen yang penuh keseruan dengan bertualang bersama.
Dari Press Conference Petualangan OREO Wafer, saya juga dapat info kalau kita bisa berpartisipasi dalam “Petualangan OREO Wafer” kalau mau dapat berbagai hadiah menarik.
Buat kalian yang pengen merasakan pengalaman seru dan pengen dapat hadiah menarik dari OREO Wafer, jangan lewatkan kesempatan untuk mengikuti tantangan seru "Petualangan OREO Wafer"!
Buat kalian yang tertarik untuk ikutan Petualangan OREO Wafer ini, mekanismenya gampang dan cukup sederhana. Jadi, kalian hanya perlu berburu varian produk OREO Wafer di toko-toko dekat rumah. Trus, kirim foto OREO Wafer yang kalian beli ke nomor WhatsApp 0812-6888-1259. Atau, kalau mau gampang, langsung aja scan (pindai) kode QR yang ada di kemasan OREO Wafer untuk ditukar dengan nomor undian.
Jadi, semakin banyak foto OREO Wafer yang kita kirim, maka kesempatan menang pun akan semakin besar.
Jangan khawatir! kesempatan mengikuti challenge Petualangan OREO Wafer ini waktunya masih cukup panjang karena berlangsung mulai tanggal 1 September lahir pada tanggal 31 Oktober 2023.
Buat kalian yang mengikuti challenge Petualangan OREO Wafer dan menang, kalian bisa mendapatkan hadiah-hadiah menarik seperti iPhone 14, Nintendo Switch, merchandise eksklusif OREO Wafer X Petualangan Sherina 2, serta hadiah utama berupa tiket Meet & Greet bersama Sherina dan Derby Romero (Sadam). Seru kan!?
Ayo guys! segera bergabung dan siapkan diri kalian untuk mengikuti #PetualanganOreoWafer.
Saat Press Conference, Senior Marketing Manager di Mondelez Indonesia, Dian Ramadianti, mengungkapkan bahwa, "OREO Wafer berharap, kerjasama dengan film Petualangan Sherina 2 ini mampu menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga di Indonesia, mendorong mereka untuk selalu menciptakan keseruan dan lebih banyak momen petualangan bersama, dengan harapan membawa kebahagiaan dan memperkuat kedekatan di antara anggota keluarga."
Dan, nggak lupa, Sherina Munaf yang jadi pemeran utama film Petualangan Sherina 2 juga mengatakan bahwa, “Perpisahan bisa menciptakan perasaan asing, tapi melalui momen keseruan dan petualangan bersama, Sherina dan Sadam akhirnya bisa membangun kembali kedekatan mereka. Ini mencerminkan semangat OREO Wafer, yang selalu menciptakan keseruan dan petualangan yang mampu mendekatkan kembali hubungan, bahkan setelah lama tidak bertemu.”
Penutup
Membangun keceriaan dalam keluarga bisa dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, dengan menciptakan momen-momen berharga seperti menemani anak belajar, atau bisa juga dengan berpetualangan bersama, misalnya, dengan mengikuti Petualangan OREO Wafer.
Itulah sepenggal hadist dari HR. Tirmidzi yang menjelaskan bahwa pentingnya memberikan pendidikan dan pengajaran kepada anak sejak dini.
Dan, sebagai seorang ibu saya tentu saja bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak saya sebagai bekal mereka mengarungi kehidupan di dunia dan di akhirat kelak.
Setiap orang pasti memiliki mimpi yang tinggi, mimpi tentang kehidupan yang baik dan bahagia dimasa depan, mimpi tentang hidupnya yang bebas merdeka dalam hal apapun.
Itulah yang saya rasakan dulu, ingin mengejar sebuah mimpi dengan harapan yang sederhana, saya bisa menjadi pribadi dan orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Bukan hanya sekedar anak desa biasa yang kurang pengalaman dan pengetahuan yang sering orang bicarakan. Dari sanalah puluhan profesi mulai saya geluti.
Tapi sebelumnya.. Kenalin dulu..
Saya Inuel, seorang introvert yang mencoba bisa berada diantara orang-orang hebat diluar sana dengan cara yang sesederhana mungkin, cara yang paling saya suka, berada dalam kesunyian.
Sejak kecil, saya dianggap orang yang bisa membuat suasana menjadi pecah. Guyonan garing, sikap ceplas-ceplos dan tingkah yang cenderung melucu dan tak tahu malu menjadi salah satu andalan keluarga untuk menghadirkan saya dalam setiap moment. “Biar rame” kata mereka.
Namun dibalik itu semua, sebenarnya saya adalah orang yang suka menyendiri, menyibukkan diri dengan urusan sendiri, serta tak senang menjadi perhatian dan kurang senang bergaul.
Inuel adalah Nama pena yang dibuat untuk saya sejak mengenal internet 12 tahun silam. Mungkin karena waktu itu sedang booming penyanyi dangdut dengan goyangan ngebornya, tapi karena nama belakangnya sama-sama “Nul”, jadilah nama ini yang dipanggilkan kepada saya.
Hari ini, saya tidak mau mengenalkan siapa dan bagaimana saya, saya hanya akan bercerita tentang bagaimana saya menjalankan puluhan profesi sejak keluar dari desa dan berusaha menjadi pribadi yang berbeda dengan mengadu nasib di kota.
Saya akan membagikan pengalaman saya saat merasakan betul manfaat Internet dalam hidup saya dan membawa saya kepada hal-hal yang luar biasa yang jauh dari nalar saya.
Saya percaya, semua jalan kehidupan ini Allah yang mengaturnya, Allah yang menentukan takdirnya. Namun dibalik itu semua, ada kita yang sedang berusaha untuk memilih takdir terbaik dari ketentuan Allah.
Sejak belajar membuka komputer dari yang tak kenal apa-apa menjadi banyak tahu tentang dunia digitalisasi, sebenarnya bukan sesuatu yang instan saya dapatkan. Butuh puluhan tahun untuk tahu bagaimana ajaibnya internet bisa mengubah saya menjadi orang yang berbeda.
Mimpi saya sederhana, bisa menjadi tulang punggung keluarga yang tidak mampu menyekolahkan saya dan membahagiakan mereka dengan memberikan kehidupan yang baik.
Berawal dari seorang penjaga warnet selama lebih dari 5 tahun
Sejak keluar dari sekolah menengah pertama, saya yang berusia 14 tahun sudah pergi bekerja ke kota, rumah orang-orang kaya sebagai seorang pembantu rumah tangga. 2 tahun saya jalani dengan ikut orang dari rumah ke rumah.
Dari keluarga seorang pebisnis, keluarga dosen, keluarga seorang dokter hingga keluarga pecandu nark*ba pernah saya ikuti. 2 tahun yang penuh makna yang saat itu saya tidak tahu kalau saya sedang menjalani kehidupan yang berbeda dari anak-anak lain yang seusia saya. Ya.. profesi saya saat itu adalah pembantu rumah tangga.
Setelah 2 tahun itu, saya berada di suatu tempat yang akhirnya bisa mengubah saya dan alur kehidupan saya, bekerja di sebuah Warnet di daerah Rungkut Surabaya. Saat itu, secara langsung profesi saya berubah menjadi mbak-mbak naif penjaga warnet.
Tahun 2009 internet tak semudah saat ini, warnet masih sangat diminati karena tidak semua orang memiliki gadget mereka sendiri. Dari sana saya mulai mengenal internet yang ternyata bisa membawa kita kemana saja, menunjukkan kita apa saja dan bisa memberikan kita banyak hal.
Begitu banyaknya manfaat internet yang dulunya tidak pernah saya tahu. Sejak menjadi penjaga warnet, saya menyadari bahwa.. Saya sudah mulai menguasai banyak hal, saya mulai berani keluar dari kandang saya perlahan.
Segala pernak pernik tentang warnet, mulai dari membersihkan meja komputer, membenahi printer hingga urusan bayar membayar tagihan internet ke kantor Telkom Indonesia di daerah Surabaya, semua bisa saya lakoni.
Saya masih merasakan bagaimana anak 16 tahun yang tak paham apa apa harus pergi ke kantor Telkom di Surabaya untuk bayar tagihan speedy (saat itu masih bernama speedy tahun 2009)
Karena belum tersedianya kemudahan seperti saat ini, belum banyak PPOB atau marketplace yang menyediakan pembayaran internet dengan mudah dilakukan dirumah.
Namun kini berbeda, dengan internet, kita bisa melakukan apa saja dari rumah.
Lalu apa profesi saya sebenarnya?
Di warnet inilah sebenarnya profesi saya sesungguhnya dimulai, menjadi seorang blogger.
Blogger adalah salah satu media yang sudah saya kenal sejak tahun 2009. Di blog ini, saya menulis apa saja yang ada dalam pikiran saya.
Sempat pulang untuk jadi blogger full time, tapi terkendala oleh jaringan internet yang kurang stabil di desa. Setidaknya, saya mencoba bertahan selama 8 bulan berada dirumah untuk menjalankan profesi saya sebagai seorang blogger.
Namun ternyata, internet yang tidak stabil membuat saya menyerah untuk tetap tinggal di rumah. Jaringan tanpa kabel sungguh sangat berbeda dengan fiber optik yang biasa saya nikmati dari IndiHome, bagaikan langit dan bumi, terlampau jauh.
Tidak tahan dengan ketidakbebasan berada dirumah, akhirnya memutuskan untuk bekerja di Bali. Di Bali pertamanya saya bekerja sebagai seorang admin di sebuah bimbel kemudian pindah ke perusahaan akuntan system yang diperuntukkan untuk hotel dan restoran.
Dimanapun tempatnya, saya selalu ditemani IndiHome
Saya sadar, keberadaan internet yang stabil membuat kemajuan profesi saya sebagai seorang blogger berkembang pesat. Mungkin saya dulunya hanya menjadikan aktivitas blogging adalah pekerjaan sambilan, namun nyatanya, disitulah saya merasakan nyaman yang sesungguhnya.
Tinggal dirumah orang baru, murobbi yang juga menggunakan IndiHome
Setelah itu menikah dan tinggal di Kalimantan
Hidup di Kalimantan sungguh bukan sesuatu yang mudah. Apalagi saya yang selama hidup saya berada di Jawa yang bisa mendapatkan apa saja dengan mudah.
Meskipun begitu, setiap kali saya membutuhkan internet, yang terlintas hanya IndiHome. beruntungnya .. IndiHome sudah ada du tempat yang menurut saya pelosok ini.
Sejak berada di Surabaya, di Bali, di Kalimantan, di Jombang, saya selalu ditemani IndiHome dalam menjalankan profesi saya sebagai blogger dengan baik.
Sebelumnya, saya tak pernah tau, dunia digital akan sebesar ini pengaruhnya untuk kehidupan kami. Yang saya tahu hanya, saya menyukai dunia online seperti saya mencintai diri saya sendiri.
Terima Kasih IndiHome, karena sudah menemani saya sejak sebelum menikah hingga saat ini bekerja dari rumah.
Cerita tentang anak-anak yang kecanduan gadget, sebenarnya bukanlah cerita baru. Tidak hanya bikin anak-anak lupa waktu, bermain gadget juga kerap membuat anak-anak mengalami berbagai masalah. Terutama masalah kesehatan mental hingga kesehatan fisik.
Meski sudah banyak riset yang membuktikan kalau kecanduan gadget itu bisa menyebabkan berbagai masalah. Dan, meskipun banyak orang tua yang sudah tahu dampak negatif kebanyakan bermain gadget pada anak-anak. Tapi ironisnya, banyak orang tua yang justru tak kuasa membendung keinginan anak-anak mereka untuk bermain gadget hingga lupa waktu.
Image from IG @kampunglaligadget
Gadget, khususnya smartphone dan tablet, memang menghadirkan banyak kemudahan bagi penggunanya. Akan tetapi, selain menjanjikan banyak kemudahan, gadget juga bisa menghadirkan berbagai masalah. Terutama, apabila penggunanya tidak bisa memaksimalkan fungsi gadget dan tidak bisa me-manage waktu.
Jika ada daftar berbagai dampak negatif ketergantungan gadget, saya yakin pasti daftar tersebut akan sangat panjang sekali. Karena memang, sebagian besar anak-anak tidak bisa memaksimalkan gadget yang ada di tangan mereka. Misalnya, untuk meningkatkan akselerasi belajar, memudahkan mereka mengakses ilmu pengetahuan, atau untuk membantu mereka berkembang secara akademik.
Hal ini tidak lepas dari ketidakmampuan anak-anak untuk mengambil hal-hal positif dari gadget. Ketidakmampuan anak-anak memaksimalkan gadget untuk produktivitas mereka diperparah dengan kurangnya kesadaran pada orang tua yang minim literasi dan bahkan gagap teknologi.
Akibatnya, banyak anak-anak yang bermain gadget tanpa kontrol dari orang tua mereka. Entah itu, dari sisi waktu yang dihabiskan untuk bermain gadget, ataupun, kontrol terhadap apa saja yang mereka akses melalui gadget tersebut.
Sebagai contoh, saat ini semakin banyak anak-anak di bawah umur yang leluasa mengakses sosial media, konten video sharing seperti YouTube maupun Tiktok, hingga berbagai game dengan tema kekerasan.
Padahal, jika kita perhatikan, di aplikasi Google Play Store sudah tertera rating usia untuk setiap aplikasi dan game. Seperti aplikasi Tiktok dan Youtube misalnya. Untuk pengguna di Indonesia, aplikasi-aplikasi tersebut telah diberi rating "Teen." Atau dengan kata lain, konten yang ada di dalamnya lebih cocok diakses oleh anak-anak yang sudah berusia 13 tahun ke atas.
Tidak mengherankan, karena, banyak konten yang ada di dalam aplikasi tersebut yang menampilkan humor-humor yang kasar atau konten yang menjurus ke arah seksual, penggunaan kata-kata yang kasar, atau konten yang bersifat vulgar.
Begitu juga dengan berbagai macam game yang populer dimainkan oleh anak-anak seperti PUBG Mobile, Free Fire, hingga Mobile Legends. Semua game tersebut rata-rata diperuntukkan bagi anak-anak berusia 12 tahun ke atas.
Karena memang, apa yang ditampilkan di dalam game tersebut tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Karena banyak diantara game-game tersebut yang berisi kekerasan yang intens, penampakan darah, hingga penggunaan kata-kata yang kasar.
Jika berbagai konten yang ada pada aplikasi hingga game-game tersebut diakses oleh anak-anak di bawah umur, tentu akan banyak dampak negatif yang bisa ditimbulkannya.
Jangankan anak-anak yang usianya masih di bawah umur rekomendasi (age rating), remaja yang usianya lebih tua dari rating yang direkomendasikan tersebut saja, masih berpotensi mengalami dampak negatif game maupun berbagi aplikasi dengan rating 12+ tersebut.
Salah satu dampak negatif yang paling mengkhawatirkan dari aktivitas bermain gadget (smartphone dan tablet) adalah dampak kecanduan.
Karena permainan yang ditawarkan melalui game serta konten-konten di berbagai aplikasi populer semisal Tik Tok dan YouTube, banyak yang berisi konten-konten yang membuat penontonnya merasa penasaran.
Melihat fenomena ini, seorang pemuda asal Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo bernama Achmad Irfandi merasa terpanggil untuk membantu para orang tua yang ada di kampungnya, agar anak-anak mereka tidak lagi menghabiskan waktu dengan duduk dan bermain gadget hingga kecanduan dan mengalami berbagai dampak negatif lainnya.
Untuk mengalihkan perhatian anak-anak, Achmad Irfandi berinisiatif membangun tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak di desanya. Ia berusaha menciptakan tempat yang bisa membuat anak-anak merasa senang dan gembira tanpa gadget.
Belakangan, tempat bermain yang dibangun oleh Ahmad Irfandi tersebut lebih dikenal dengan nama "Kampung Lali Gadget" atau disingkat KLG.
Tujuan Didirikannya Kampung Lali Gadget
Image from IG @kampunglaligadget
Tujuan utama Ahmad Irfandi mendirikan KLG adalah untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gadget. Selain itu, Ahmad Irfandi juga menginginkan agar anak-anak mengenal berbagai permainan tradisional yang dulu pernah ia dan teman-temannya mainkan semasa kecil dulu.
Karena, banyak sekali jenis permainan permainan tradisional yang dirasa punya manfaat luar biasa. Seperti misalnya, berbagai permainan tradisional gobak sodor yang dimainkan secara berkelompok. Dengan memainkan permainan tradisional ini, anak-anak secara tidak langsung akan belajar bagaimana caranya membangun kerjasama tim, merencanakan strategi, dan berkompetisi secara sehat.
Disamping itu, berbagai permainan yang dimainkan secara berkelompok tersebut juga akan mengajarkan anak-anak bagaimana caranya bersosialisasi (bermasyarakat).
"Saya punya ide memvariasikan literasi dengan permainan tradisional. Di sini saya punya konsep untuk melawan kecanduan gadget dengan permainan tradisional dan muncul istilah dolanan tanpo gadget yang sekarang jadi Kampung Lali Gadget." Papar Achmad Irfandi.
Siapapun yang bermain di area KLG tidak diperbolehkan menggunakan gadget dalam bentuk apapun. Meski tidak ada gadget di tempat ini, namun suasana selalu tampak ceria dan menyenangkan.
KLG telah membuktikan bahwa tanpa gadget anak-anak tetap bisa ceria dan antusias dalam memainkan permainan-permainan tradisional seperti menangkap ikan, main kitiran bambu, bermain gasing, engklek, gundu, congklak, lompat karet, hompimpah, dan berbagai permainan lainnya.
“Belum adanya tempat ramah anak yang ideal, tempat edukasi, atau kampung-kampung tematik bertema literasi dan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo juga menambah motivasi kami.” Seloroh Achmad Irfandi saat ditemui salah satu awak media.
Kampung Lali Gadget sendiri berdiri pada tanggal 3 Agustus 2018 di desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Pada awalnya, tempat yang digunakan hanyalah sebuah lahan pinjaman seluas 45 x 50 meter.
Selanjutnya, tempat tersebut oleh Ahmad Irfandi beserta teman-temannya digunakan untuk mengenalkan permainan-permainan tradisional kepada anak-anak di sekitar desa. Dimulai dari anak-anak TK yang ada di kampung tersebut.
Seiring waktu, KLG semakin terkenal hingga membuat banyak anak-anak dari desa-desa lain yang juga tertarik untuk bermain di tempat ini setiap akhir pekan.
Image from IG @kampunglaligadget
Setiap hari Minggu, pintu KLG selalu terbuka untuk menyambut anak-anak dengan berbagai tema permainan. Setidaknya, saban akhir pekan ada 100 anak yang hadir untuk bermain. Anak-anak yang datang dan bermain di KLG tidak dipungut biaya apapun.
"Tiap pekan, tema tidak sama. Tapi, permainan tradisional selalu dihadirkan. Misalnya, egrang, klompen tali, klompen panjang, lompat telapak kaki, dan gancetan." Tukas Irfandi.
Kini, area KLG sudah semakin luas. Selain menyediakan tempat bermain berbentuk pendopo, di KLG juga ada area bermain berupa tanah lapang hingga persawahan yang diselingi dengan berbagai edukasi.
Selain menyediakan area tempat bermain, KLG juga menyediakan area baca. Salah satu tujuan disediakannya area baca adalah untuk memancing minat baca anak-anak.
Di KLG, Orang Tua Bisa Belajar Parenting
Image from IG @kampunglaligadget
Kecanggihan teknologi seperti smartphone seringkali tidak diimbangi dengan literasi yang cukup oleh penggunanya. Sehingga, alih-alih bisa memanfaatkan gadget untuk meningkatkan produktivitas atau mendukung pendidikan anak, gadget justru lebih banyak digunakan untuk bermain game untuk menyalurkan hobi atau hanya dipakai untuk menonton konten video sebagai hiburan.
Bahkan, banyak orang tua yang sengaja membelikan anak-anak mereka smartphone tanpa membekali buah hatinya dengan literasi digital. Akibatnya, banyak anak-anak yang kerap merasa bahwa, dunia maya dan dunia nyata itu berbeda. Meskipun, kedua dunia tersebut sejatinya sama saja.
Anggapan bahwa dunia nyata dan dunia maya berbeda membuat anak-anak sering melakukan tindakan yang kurang terpuji di dunia maya. Seperti melakukan bullying, berkata-kata kurang sopan, tidak beretika di ruang digital, dan melakukan berbagai tindakan tidak terpuji lainnya di internet.
Selain itu, banyak juga anak-anak yang tidak tidak dibekali dengan literasi digital yang mengadopsi berbagai budaya dari internet tanpa memfilternya.
Tidak adanya bekal literasi digital yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anak, sebagian besar disebabkan karena orangtua itu sendiri tidak memiliki bekal literasi digital.
Karena itulah, KLG berupaya menggandeng sukarelawan maupun psikolog untuk membantu mengenalkan literasi digital dan ilmu parenting kepada orang tua yang datang mendampingi anak-anak mereka untuk bermain.
"Jadi, saat anak-anaknya sedang bermain dengan teman sebayanya. Orang tuanya yang mendampingi juga diberi pengarahan. Kita adakan pelatihan parenting bagi orang tua. Itu, biasanya ada sukarelawan yang memang bergiat di bidang parenting maupun seorang psikolog yang hadir di Kampung Lali Gadget." Jelas Irfandi.
Dampak Kampung Lali Gadget bagi Masyarakat Sekitar
Tidak hanya anak-anak dan orangtua yang merasakan dampak dari kehadiran Kampung Lali Gadget ini. Melainkan, masyarakat sekitar juga ikut merasakan dampak kehadiran tempat bermain ini.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran KLG sangat membantu mereka dalam mengurangi efek kecanduan gadget pada anak-anak di samping itu, KLG juga turut membuka peluang ekonomi masyarakat.
Misalnya, masyarakat sekitar bisa membuat berbagai macam permainan tradisional untuk dijual kepada anak-anak. Atau, mereka bisa membuka warung yang menyediakan makanan maupun minuman.
Singkatnya, kehadiran KLG mampu memberikan dampak positif kepada seluruh lapisan masyarakat. Khususnya yang ada di wilayah Desa Pagerngumbuk.
Penghargaan SATU Awards 2022 bagi Achmad Irfandi
"Jadikan setiap tempat sebagai sekolah, jadikan setiap orang sebagai guru." Ini adalah sepenggal perkataan dari Ki Hajar Dewantara yang kita kenal sebagai tokoh pendidikan di Indonesia.
Sepenggal kalimat ini… rasanya sangat tepat untuk menggambarkan sosok Achmad Irfandi dan Kampung Lali Gadget yang menjadi buah gagasannya. Yaitu, sebuah penawar terhadap kecanduan gadget--yang banyak dialami oleh anak-anak zaman sekarang.
Atas inisiatif, karya, dan kontribusinya dalam mencetak generasi emas, membuat PT Astra International Tbk (Astra) dengan bangga memberikan penghargaan "SATU Awards 2022" bagi Achmad Irfandi pada event 13th SATU Indonesia Awards 2022.
"Keberhasilan suatu bangsa tidak terlepas dari andil positif para pemudanya. Kami percaya ada banyak mutiara bangsa yang bekerja keras tanpa pamrih untuk lingkungannya yang dapat diapresiasi melalui 13th SATU Indonesia Awards 2022 ini." Ungkap Riza Deliansyah, Chief of Corporate Affairs Astra pada kegiatan webinar "Kick-Off 13th SATU Indonesia Awards 2022" yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
“Dek, masak apa?” Pertanyaan yang sering banget ditanyakan oleh suami.
Sedangkan saya. Saya selalu menjawabnya dengan satir.
“Mbok yao.. Sekali-sekali kalau lapar langsung makan, gak pake masak dulu, gak pake ribet bikin bikin dulu. Gantian napa masaknya.” begitu ungkap saya sesekali.
Lalu, hanya cengiran dari ekspresi wajah tak berdosa yang akan saya dapatkan.
Di usia pernikahan yang nyaris 10 tahun ini, ada banyak sekali kejadian yang membuat kami belajar banyak tentang "arti" sebuah pernikahan. Basic kami yang benar-benar berbeda membuat kami merasakan rumah tangga yang penuh warna.
Saya yang hanya wanita desa lulusan MTS, sudah sejak kecil hidup penuh perjuangan dan sudah menjalani kehidupan yang keras. Di sisi lain, suami adalah seorang pelajar perantauan yang lebih sering mengandalkan "uang" untuk menopang hidupnya. Jadi kalau lapar… ya tinggal beli di warung atau kalau pakaian kotor tinggal ke laundry. Singkatnya, hidupnya agak manja.
Sedangkan saya… sejak kecil saya sudah terbiasa bekerja di dapur untuk menyiapkan makanan buat keluarga. Bahkan sejak saya berada di bangku MTS, saya sudah diserahi tugas untuk merawat kakek dan adik saya.
Pelajaran hidup yang sebenarnya saya dapatkan setelah lulus pasalnya, setelah lulus MTS saya terpaksa harus bekerja sebagai pembantu (ART) karena ortu tidak mampu membiayai saya sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Saat bekerja menjadi ART inilah saya banyak mendapatkan pengalaman berharga. Saat itulah saya belajar bagaimana caranya membersihkan rumah yang benar, bagaimana cara mengepel lantai yang benar, bagaimana cara mengasuh bayi, sampai dengan pengalaman memasak.
Pengalam menjadi pembantu rumah tangga selama 5 tahun lebih tersebut, membuat saya makin dewasa dan mandiri. Sehingga, saat menikah di usia 23 tahun, saya sudah bisa dan terbiasa mengerjakan segala sesuatu sendiri. Mulai dari mengurus bayi sendiri setelah melahirkan seperti memandikannya dan lain sebagainya, hingga berbagai pekerjaan rumah tangga lainnya, khususnya untuk urusan dapur.
Pandangan Masyarakat Tentang Laki-laki di Dapur
Budaya kita di Indonesia memang lebih banyak menempatkan wanita sebagai pengurus rumah tangga. Sehingga, tanggung jawab untuk memasak, mencuci baju, menyapu, hingga mengurus anak, semuanya diserahkan kepada wanita.
Begitu pula dengan budaya di kampung saya yang masih kental dengan nuansa tradisional. Praktis, kaum pria lebih banyak fokus kerja untuk mencari nafkah saja.
Kondisi tersebut pada akhirnya melahirkan dogma dan ungkapan-ungkapan yang seolah-olah menegaskan bahwa, tugas memasak cuma pantas dikerjakan oleh wanita.
Dan, masih banyak lagi ungkapan di masyarakat tentang tabunya seorang laki-laki yang terjun ke dapur untuk memasak.
Tapi buat saya yang berkesempatan mencicipi pengalaman di luar kampung. Pandangan seperti itu menurut saya kurang tepat.
Di salah satu rumah tempat saya bekerja dulu. Saya menyaksikan sendiri bagaimana suami majikan, justru jago masak dan sering masak serta masakannya sangat enak.
Karena itulah, saya beranggapan bahwa laki-laki masak itu… keren!
Cara Saya Mengajak Suami Masak Bareng Suami
Di tiga tahun pertama pernikahan kami. Nyaris, suami hanya pergi ke dapur untuk mencari makanan pada saat lapar saja. Selebihnya, sayalah yang melakukan semua tugas di dapur. Mulai dari memasak, membersihkan perabotan, hingga cuci piring.
Pada awalnya, saya hanya diam saja dan membiarkan suami seperti itu. Meskipun jauh di lubuk hati, saya tentu saja ingin dibantu. Entah itu, sekedar mencuci piring, mengiris bawang, atau mungkin membalikkan gorengan di wajan.
Lambat laun, setelah mulai mengenal sifat suami, saya mulai berani speak up. Awalnya, saya hanya memintanya melakukan hal-hal sepele seperti, memintanya mengganti gas elpiji, memindahkan air dari galon ke ceret, atau sekedar mencuci piring bekas makannya sendiri.
Setelah ia mulai terbiasa dengan beberapa aktivitas dapur, saya pun tidak ragu untuk menanamkan beberapa ide sederhana yang menurut saya bisa ia kerjakan. Seperti cuci piring misalnya.
Saya pernah memberitahunya bahwa, setiap kali ia mencuci piring-piring kotor di wastafel, hati saya selalu berbunga-bunga dan perasaan saya sangat bahagia.
Sejak saat itu, ia mulai terlihat rajin cuci piring meski tidak diminta. Tidak hanya rajin membantu cuci piring kotor, sejak saat itu suami juga semakin sering membantu pekerjaan saya di dapur.
Selain memperkenalkan aktivitas di dapur secara perlahan, saya juga sering bersikap terus terang dengan mengungkapkan apa pun yang menjadi ganjalan di hati saya.
Hal itu (sikap berterus terang) saya lakukan karena, laki-laki memang tidak sepeka wanita dalam memahami situasi. Seringkali mereka tidak cukup bisa memahami jika hanya disindir saja. Maunya ya… diungkapkan secara gamblang gitu…
Jadi, kalau minta tolong sama suami, alih-alih hanya ngomong, saya seringkali menungguinya sampai ia mulai bergerak.
Setelah mulai terbiasa melakukan pekerjaan dapur seperti mencuci piring dan lain sebagainya. Sesekali saya memintanya untuk masak nasi. Setelah itu, barulah saya mulai memintanya untuk membuat saya memasak sayur atau lauk.
Biasanya, saya akan memanfaatkan momen-momen khusus untuk memintanya agar ia mau menemani saya memasak di dapur atau belajar memasak. Beberapa momen yang saya maksud diantaranya adalah, ketika kami akan kedatangan tamu, ketika saya sakit, atau ketika saya sedang sibuk dengan pekerjaan yang tidak mungkin saya tinggalkan.
Berdasarkan pengalaman saya. Momen-momen di atas sangat tepat untuk mengajak suami masak bareng, atau ngajarin masak ke suami. Karena selain terpaksa, momen-momen seperti ini adalah momen di mana egonya tidak terlalu tinggi. Sehingga, laki-laki yang tadinya menganggap pekerjaan dapur adalah pekerjaan wanita, tidak ragu dan tidak malu-malu untuk masak hingga cuci piring.
Setelah kini terbiasa membantu saya memasak di dapur, suami bahkan beberapa kali meminta untuk diajarkan memasak. Mulai dari bikin sambal tomat hingga masak ayam kecap yang menjadi dua menu favoritnya. Khusus untuk ayam kecap, menu yang satu ini nggak hanya disukai oleh suami tapi juga disukai oleh kedua buah hati kami.
Jadi, menurut saya, lebih mudah ngajakin suami masak bareng kalau menunya sesuai dengan seleranya atau menjadi salah satu menu favoritnya.
Manfaat Masak Bareng Suami
Tidak seperti pengalaman ibu-ibu lain yang merasa terganggu karena kehadiran suami di dapur, sebaliknya… saya justru merasa kalau kehadiran suami di dapur itu adalah sesuatu yang spesial. Kehadirannya kerap menjadi penyemangat dan membuat suasana hati saya jadi lebih baik saat masak.
Saya sangat suka dibantu, meskipun hanya dibantu melakukan hal-hal yang sepele seperti, mengupas bawang, memilih daun-daun sayur yang masih muda, ataupun sekedar membantu mengambilkan saya sendok hingga sutil yang saya butuhkan.
Bagi saya, kehadiran suami justru membuat suasana di dapur jadi makin hangat. Apalagi, suami juga kebetulan punya selera humor yang tinggi. Jadi, disela-sela kesibukan kami di dapur, ia seringkali melemparkan joke-joke garing yang membuat suasana makin akrab dan romantis.
Nggak hanya bikinlah suasana makin hangat dan bikin pekerjaan di dapur makin cepat selesai, masak bareng suami juga ternyata punya banyak manfaat lainnya. Beberapa manfaat yang saya rasakan selama masa barang suami diantaranya adalah,
1. Saya jadi lebih banyak tahu selera makanan suami
Karena datang dari latar belakang keluarga dan budaya yang berbeda, maka tidak mengherankan apabila selera kami pada makanan juga sedikit agak berbeda.
Di awal-awal pernikahan kami, saya lebih sering memasak masakan yang saya kuasai, alih-alih memasak makanan yang disukai oleh suami.
Tapi setelah semakin sering masak bareng, saya jadi semakin tahu apa saja makanan yang menjadi selera atau kesukaan suami. Perlahan, saya mulai mencoba masakan-masakan yang berbeda, khususnya yang mendekati selera suami.
Dan ternyata, banyak sekali resep atau menu masakan yang disukai oleh suami yang juga akhirnya saya sukai meskipun kita rasanya mungkin agak sedikit asing di lidah saya.
Seperti misalnya, suami pernah bercerita kalau ia sangat menyukai tumis mentimun karena ibu mertua dulu sering membuatkannya pada saat ia masih kecil. Pada awalnya, saya merasa aneh karena tidak pernah menemukan ada orang Jawa yang bikin tumisan mentimun.
Setelah menanyakan resepnya kepada mertua dan setelah mencobanya sendiri, ternyata rasanya enak.
Kemudian, suami juga pernah bercerita kalau ia dulu sering dimasakin sayur daun singkong yang dicampur dengan kacang hijau oleh ibu mertua. Terang saja, sayur seperti ini membuat saya agak kaget. Karena bahan masakan seperti ini nggak pernah sedikitpun terlintas di benak saya.
Tapi, sama kasusnya seperti tumis mentimun, setelah mencoba sendiri masakan tersebut, ternyata masakan ini rasanya lumayan enak dan cocok di lidah saya.
Selain mengetahui lebih banyak mengetahui makanan-makanan seperti apa saja yang menjadi kesukaan suami, sering masak bareng di dapur juga bikin saya jadi lebih banyak tahu apa saja masakan-masakan saya yang kurang disukainya.
Menurut saya, mengetahui masakan yang disukai suami atau yang tidak disukainya sangat penting. Karena kalau kita sering masak-masakan yang disukai suami, suami akan lebih betah dan hal lebih senang makan di rumah.
2. Suami jadi tahu betapa beratnya pekerjaan istri di dapur
Masak bareng suami juga bisa bikin suami jadi tahu betapa beratnya pekerjaan istri di dapur yang harus mempersiapkan masakan hingga mencuci peralatan bekas memasak dan piring kotor.
Buktinya, setelah sering bantu-bantu saya di dapur, sekarang suami jadi makin sadar dan seringkali tanpa diminta membantu mencuci piring ataupun perabotan yang ada di dapur.
3. Pengertian diantara kami jadi semakin meningkat
Sambil mempersiapkan bahan-bahan masakan atau sambil memasak, kami seringkali menyelinginya dengan obrolan-obrolan ringan yang kadang-kadang diselipkan sindiran-sindiran halus mengenai apa yang kami sukai atau tidak sukai dari pasangan.
Dari obrolan-obrolan ringan tersebut, kami jadi saling memahami dan bahkan bisa memaklumi satu sama lain. Karena itulah (alhamdulillah), selama hampir 10 tahun menikah, nyaris tidak ada perselisihan yang berarti diantara kami.
4. Jadi punya lebih banyak waktu buat ngobrol dan diskusi
Sama-sama sibuk bekerja seringkali membuat suami istri jarang punya waktu untuk ngobrol panjang lebar. Tapi dengan kegiatan masak barang di dapur, pasangan suami istri akan punya quality time yang bisa dimanfaatkan untuk mengobrol atau mendiskusikan hal-hal yang sifatnya ringan atau bahkan hal-hal yang menyangkut masa depan rumah tangga.
5. Suami jadi lebih tahu arti sebuah bantuan
Saat suami cuci piring, saya sering membantunya supaya pekerjaannya lebih ringan. Misalnya, saat suami sedang menyabuni piring-piring, saya akan mengambil tugas untuk membilasnya.
Melakukan pekerjaan seperti mencuci piring ini secara bersama-sama tidak hanya membuat proses cuci piring jadi jauh lebih cepat selesai, tapi juga bisa bikin suami jadi sadar kalau, bantuan sekecil apapun yang kita berikan ternyata bisa membuat pekerjaan jadi terasa lebih ringan dan lebih menyenangkan.
Setelah sering saya bantu saat mengerjakan beberapa pekerjaan dapur seperti mencuci piring, sekarang suami jadi lebih peka. Sehingga, seringkali tanpa diminta ia akan dengan sukarela membantu saya menjemur baju, mengambil alih tugas menyapu atau mengepel, hingga mengambil alih tugas untuk memandikan dan nyebokin anak-anak.
Resep dan Menu masakan kesukaan Suami
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas tadi, bahwa suami seneng banget sama ayam kecap. Kadang kala saya membuat versi pedas dan versi mirip di restoran terkenal.
Dan kali ini saya akan membagikan resep masakan tersebut:
Ayam Kecap
Bahan
Separo dada ayam
Bumbu
3 sendok makan Kecap ABC
3 buah bawang putih Iris tipis
2 buah bawang merah Iris tipis
1 buah bawang bombay
2 cm jahe sebesar jari telunjuk
2,5 ml Garam
1 sendok teh kaldu bubuk
Setengah sendok teh merica
Cara Membuat
Iris ayam sesuai selera (iris dengan potongan kecil), sisihkan.
Tumis bawang merah dan bawang putih, kemudian masukkan jahe yang sudah di geprek. Setelah itu, masukkan ayam diamkan sebentar sambil diaduk-aduk dan ayam mulai berubah menjadi padat.
Selanjutnya, masukkan garam, kaldu bubuk, merica, dan Kecap ABC. tutup wajan sebentar sekitar 2 menit sambil diaduk-aduk, lalu masukkan irisan bawang bombay.
Dan tara.. Ayam kecap sudah jadi.
Menu lain yang juga menjadi menu favorit suami adalah oseng pepaya muda.
#SuamiIstriMasak Bareng, Siapa Takut?
Berdasarkan pengalaman saya, #SuamiIstriMasak bareng itu perlu diperjuangkan. Pasalnya, seperti yang telah saya sampaikan di atas, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan jika masak bareng di dapur.
Karena itu, saya sangat mengapresiasi kampanye #SuamiIstriMasak yang diadakan oleh Kecap ABC.
BTW, kampanye yang diadakan oleh Kecap ABC ini ternyata sudah diinisiasi sejak 2018.
2018: Kampanye diinisiasi
2019: Insisiasi kampanye selama Hari Kesetaraan Perempuan
2020: Kolaborasi dengan platform edukasi untuk melibatkan anak-anak dalam kampanye Hari Kesetaraan Perempuan
2021: Kolaborasi dengan Titi Kamal dan Christian Sugiono untuk menekankan pentingnya kolaborasi suami & istri di dapur
Di tahun ini (2022) Kecap ABC mengangkat tema: Menciptakan Quality Time #SuamiIstriMasak di Dapur. Dengan mengangkat tema ini, kecap ABC berharap waktu berkualitas bukan hanya tentang hangout dengan menghabiskan banyak uang atau dengan melakukan aktivitas mahal lainnya.
Karena dengan melakukan kegiatan sederhana seperti masak bareng saja, kita bisa menciptakan waktu yang berkualitas dan bahkan bisa menciptakan momen yang lebih berkesan untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga seperti pengalaman saya di atas.
Dalam pernikahan, tindakan sederhana kadang sudah bisa mengubah banyak hal dan menumbuhkan cinta di setiap harinya. Karena itu, keterbukaan adalah segalanya yang menjadikan hubungan lebih manis dan harmonis.
Terimakasih sudah membuat video ini dan menginspirasi saya untuk menulis artikel ini, Kecap ABC
Saya ingat betul bagaimana rasanya pertama kali menonton tv berwarna saat masih kecil dahulu. Generasi 90’an tentu masih merasakan bagaimana listrik susah ditemukan dan tv masih berwarna hitam putih.
Apalagi dulu saya tinggal di bengkulu, tahun 1990 belum ada listrik, yang ada hanyalah hutan belantara. Berdasarkan pengalaman ini, saya jadi mengingat banyak sekali iklan tv yang hingga saat ini masih membekas dalam ingatan.
Salah satunya adalah iklan Oreo. Dengan narasi yang simple dan melekat dipikirkan, “diputer, dijilat, dicelupin” benar-benar membuat saya ingin juga merasakan nikmatnya biskuit sandwich coklat ini.
Saat mendengar lagi iklan ini, memori dalam pikiran akan bagaimana sulitnya saya ingin mencicipi sepotong Oreo pada saat itu, bagaimana orang tua saya belum mampu membelikan karena tempatnya yang jauh dari rumah kami serta bagaimana ngambeknya saya pada waktu itu.
Semuanya terlintas begitu saja. Berbeda dengan keadaan sekarang, saya hanya perlu berjalan selama 5 menit sudah bisa menemukan Oreo bahkan variant terbaru yaitu Oreo Birthday Cake Flavor.
Nggak terasa, kini Oreo sudah berusia 110 tahun, sungguh bukan usia yang sebentar. Saya tidak bisa membayangkan betapa banyaknya moment yang tidak terlupakan banyak orang di dunia ini dengan kehadiran Oreo. Diantara banyak orang itu, salah satunya adalah saya.
Kini, setiap saya pulang ke rumah orang tua saya, saya berusaha untuk membawa Oreo untuk mengenang kehidupan kami dahulu. Sambil membicarakan bagaimana kami bisa bertahan dan mengambil pelajaran hidup dari kejadian ini, ya hanya dari sebungkus Oreo, kami sudah bisa menyambung pembicaraan kemasa lalu yang membuat kami bersyukur karena sudah saling menguatkan.
Oreo 110th Birthday Celebration
Di ulang tahun ke 110 ini, Oreo mengeluarkan varian Birthday Cake Flavor secara terbatas di seluruh dunia. Dengan kehadiran Oreo varian Birthday Cake Flavor ini, Oreo mencoba untuk mengkampanyekan dan mendorong para pelanggannya yang memiliki kenangan seperti saya bahkan dari segala usia agar tidak pernah berhenti berharap.
Uniknya, saat membeli Oreo 110th Birthday Celebration, kita akan menemukan barcode #WishOreo110 di bagian bungkusnya seperti gambar dibawah ini:
Dan barcode tersebut akan membawa kita ke mode Argumentatif Reality atau AR Instagram Filter di laman IG @Oreo_indonesia. Bukan hanya itu, kejutan lainnya adalah, dengan barcode tersebut kamu berkesempatan memenangkan banyak hadiah dari Oreo Indonesia. Dengan meniup lilin virtual berjumlah 110 buah yang ada di filter Instagram tersebut.
Jadi yang penasaran, langsung saja cobain filter di instagram langsung ya.. Siapa tahu kalianlah yang memenangkan hadiahnya.
Oreo berkolaborasi dengan F&B
Di Ulang tahunnya yang ke 110 ini, Oreo juga berkolaborasi bersama sejumlah F&B ternama seperti Najla Farid Basir. Dan Bittersweet by Najla ini adalah hasil karya Bajla lho.. Kolaborasi ini diberi tajuk "Cookies and Cream Special Anniversary."
Jadi.. di 110 tahun ini, Oreo tidak ingin bahagia sendirian, kalian diajak untuk ikut merayakan dengan mengikuti serangkaian acara yang diadakan oleh Oreo,
Kesimpulan
Bagaimanapun kehidupanmu di masa lalu, jangan pernah dilupakan meskipun ia sangat kurang menyenangkan untuk diingat. Mereka ada untuk menguatkan dan memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa hidup harus tetap maju dan berpikir positif.
Mari rayakan kebahagiaan kita bersama Oreo, bukan hanya saat momen spesial saat ulang tahun saja, melainkan saat kamu ingin membahagiakan dirimu sendiri dan juga orang-orang yang sudah mendukungmu untuk tetap menjalani hidup dengan baik.
Selamat ulang tahun Oreo, semoga selalu menebarkan senyum di banyak wajah dari seluruh generasi di Indonesia.