Sunday, 2 August 2026

Waspada! Screen Time Bikin Mata Minus & Gampang Lelah

Jadi begini... sejak zaman kegelapan sebelum ditemukannya WiFi unlimited, saya punya cita-cita yang nggak neko-neko dan simple! Yup! Aku dari dulu pengen jadi content creator sukses...ses...ses!lah pokoknya.

Screen Time Bikin Mata Minus & Bikin Mata Gampang Lelah

Untuk fisik yang emang tergolong cakep abis kayak saya (kalo dilihat pake sedotan dari monas), harusnya mewujudkan hal itu nggak susah-susah amat.

Tapi kenyataan nggak segampang membalik telur ceplok. Ternyata, meraih impian itu nggak gampang. Bahkan, lebih berat dari mendaki Gunung Bromo sambil gendong mbak Saskia Chadwick.

Realitanya? Saya harus ngadepin layar komputer dan hp dari pagi sampai mata berasa kayak digoreng tanpa minyak.

Secara, konten YouTube, TikTok, sama artikel blog yang saya buat itu bukan cuma buat gaya-gayaan atau sekadar hobi.

Ini sumber penghasilan, gaes. Kalau nggak update konten, ya nggak ada duit. Kalau nggak ada duit, ya... siap-siap hidup jadi rempong.

Algoritma YouTube dan TikTok itu kejam, bro. Kalau lo nggak konsisten upload, langsung deh tenggelam di lautan konten creator lain yang lebih rajin.

Jadi mau nggak mau, mata ini harus loyal menatap layar berjam-jam setiap hari.

Seorang wanita berhijab memamerkan youtube studio dari hp

Awalnya sih santai aja. Mata masih kuat, penglihatan masih tajam kayak elang liat anak ayam. Tapi lama-kelamaan, screen time yang berlebihan ini mulai menghianati kesehatan mata.

Minus mata saya yang tadinya nol koma nol, sekarang udah naik jadi minus satu koma.

Ngeselin banget. Pa lagi kalo pas yang bening-bening lewat tapi malah kelihatan kabur gitu. Ihhhh...

Parah kan?

Tapi yang lebih parah lagi, mata gampang banget lelah. Belum lagi kalau udah muncul gejala mata kering yang bikin nggak nyaman bet.

Nah, momen paling relate terjadi pas saya lagi ada deadline bikin konten pesananan client.

Ini kesempatan emas yang paling saya tunggu-tunggu. Bayangkan, sekali pesan kadang sama dengan penghasilan youtube 3 bulan. Bisa jadi stepping stone buat karir content creator saya.

Saya udah siap-siap mau slay habis-habisan. Scriptnya udah matang, konsepnya kece, tinggal eksekusi aja.

Tapi tetiba, pas lagi editing video, mata langsung terasa aneh. Awalnya cuma sepet dikit, kayak ada pasir masuk. Terus makin lama makin perih, dan akhirnya sampai susah fokus.

Gejala Mata Sepet, Perih, Lelah (SePeLe) ini datang tanpa permisi di momen paling krusial. Wadidaw, ini timing-nya parah sih!

Saya coba ngucek-ngucek mata, berharap gejalanya hilang. Tapi malah makin parah.

Mata berasa kering banget, kayak gurun Sahara. Penglihatan jadi blur, dan yang bikin frustasi, saya jadi nggak bisa fokus ngeliat detail editing di layar. Padahal deadline tinggal beberapa jam lagi.

Auto galau, Siiiist...

Gejala mata kering ini beneran mengubah jalannya momen penting yang udah saya persiapkan dengan matang.

Produktivitas langsung drop drastis. Kalau biasanya saya bisa editing lancar jaya, kali ini malah harus berhenti setiap beberapa menit buat istirahatkan mata.

Poster Infografis Berbagai Gejala mata kering

Fokus buyar, kualitas kerja menurun. Dan yang paling menyebalkan, saya jadi nggak bisa kasih hasil terbaik buat client. Rasanya kayak udah mau finish line tapi tiba-tiba kaki keram.

Kebayang kan nyeseknya!

Di tengah kepanikan, saya scrolling nyari solusi cepat. Mata SePeLe ini jangan disepelein, soalnya kalau dibiarkan bisa makin parah. Yang jelas bakal ngeganggu aktivitas jangka panjang.

Apalagi buat orang kayak saya yang hidupnya bergantung sama screen time. Saya jelas butuh solusi yang secepatnya. Solusi yang ampuh.

Di momen itu saya langsung teringat pada saran temen. Ceritanya, dulu waktu sempat ngalamin mata perih, dia bilang pakai INSTO DRY EYES manjur.

Awalnya agak skeptis juga sih, tapi setelah baca-baca review dan komposisinya, kayaknya ini yang saya butuhin.

Langsung deh saya meluncur ke Indomaret terdekat buat beli. Harganya terjangkau, pas dikantong anak muda yang masih berjuang kayak saya.

Begitu sampai rumah, langsung saya tetesin Insto Dry Eyes ke mata.

Meski ini bukan obat ajaib yang langsung bikin mata fresh dalam sekejap mata. Tapi beberapa menit setelah pakai, mata mulai terasa lebih nyaman.

Sensasi kering dan perihnya berkurang, dan yang paling penting, saya bisa fokus lagi buat nyelesaiin editing.

#InstoDryEyes ini jadi penyelamat di momen genting.

Yang saya suka, Insto Dry Eyes memang diformulasikan khusus buat mata kering.

Jadi bukan sekadar obat tetes mata biasa yang cuma kasih efek segar sesaat. Ini beneran membantu melembabkan mata yang kering akibat terlalu lama menatap layar.

Kotak kemasan dan isi Insto Dry Eyes

Sejak kejadian itu, INSTO DRY EYES jadi barang wajib di meja kerja saya. Setiap kali mata mulai terasa SePeLe alias sepet, perih, atau lelah, saya langsung tetesin.

#BebasMataKering itu penting banget buat produktivitas, no debat.

Tapi tentu aja, obat tetes mata aja nggak cukup. Saya juga belajar beberapa tips buat mengatasi gejala mata kering dan mencegah mata minus makin parah:

  • Pertama, aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Simple tapi efektif lho.
  • Kedua, jangan lupa kedip. Kedengarannya receh, tapi pas fokus di layar, kita memang sering lupa kedip. Padahal kedip itu penting buat menjaga kelembaban mata.
  • Ketiga, atur pencahayaan ruangan. Jangan terlalu terang atau terlalu gelap. Intinya, layar perlu disesuaikan dengan kondisi ruangan.
  • Keempat, pakai kacamata anti radiasi atau blue light filter. Ini membantu mengurangi paparan sinar biru dari layar yang bisa bikin mata cepat lelah.
  • Kelima, jaga jarak mata dengan layar. Minimal 50-60 cm buat komputer, dan jangan terlalu deket pas main hp.
  • Keenam, konsumsi makanan yang baik buat kesehatan mata. Wortel, bayam, ikan yang kaya omega-3, dan buah-buahan yang mengandung vitamin A dan C.

Trus yang paling penting, #MataSePeLeJanganSepelein. Kalau udah muncul gejala mata kering kayak sepet, perih, atau lelah, langsung atasi.

Tips Bebas Mata Kering

Jangan ditunda-tunda sampai makin parah. Kalo kerasa nggak nyaman, tetesin INSTO DRY EYES, istirahatkan mata, dan kalau perlu, kurangi screen time sejenak.

Setelah kejadian itu, saya jadi lebih aware sama kesehatan mata. Kolaborasi dengan brand ternama itu akhirnya sukses, meski sempat drama di tengah jalan.

Kesehatan mata itu bisa dibilang investasi jangka panjang. Kalau mata rusak, karir content creator juga bisa tamat. Jadi, meski screen time tinggi itu tuntutan pekerjaan, kita tetap harus bijak jaga kesehatan mata.

BTW. Kalau kamu juga kerjaannya bergantung sama layar, spill dong pengalamanmu.

Apakah kamu pernah ngalamin gejala mata SePeLe juga nggak? Gimana cara kamu mengatasinya?

Intinya. Jaga baik-baik kesehatan mata, biar bisa terus berkarya dan mewujudkan impian. Atau minimal, biar bisa terus scrolling TikTok tanpa mata perih. Simple kan?

Latest
Next Post

post written by:

Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

0 comments: