Coba bayangkan. Ada seragam sekolah anak, pakaian kerja, gamis, jaket, mukena, hingga baju pesta.
Mungkin kita tidak pernah membeli semuanya sekaligus, tetapi kalau dihitung-hitung, nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah, bahkan mungkin sampai ratusan juta.
Sayangnya, kita justru lebih sibuk memilih model lemarinya daripada memikirkan apakah lemari itu benar-benar mampu melindungi semua pakaian yang ada di dalamnya.
Padahal, seperti yang saya bilang tadi, harga pakaian yang kita beli dan simpan di lemari kadang-kadang nggak murah.
Akan sangat disayangkan jika koleksi pakaian yang sudah susah payah kita kumpulkan bertahun-tahun akhirnya rusak. Entah itu, karena lemari yang lembab dan jamuran, atau bahkan sobek akibat serangan rayap yang datang tanpa disadari.
Sejak mengalami sendiri kerusakan pada lemari di rumah, saya baru sadar bahwa memilih lemari seharusnya bukan hanya soal gaya saja.
Yang jauh lebih penting adalah, seberapa baik lemari itu menjaga apa yang kita simpan di dalamnya.
Kalau dulu, setiap mau beli lemari, saya pasti milih yang lemari kayu. Soalnya pilihan lemari besi nyaris tidak ada di toko furniture dekat rumah. Tapi sekarang zamannya udah beda.
Beli lemari besi online sekarang sudah semakin gampang. Jadi, nggak melulu harus beli di toko furniture terdekat.
Terus nggak seperti lemari besi jadul, lemari besi sekarang modelnya keren-keren. Dan, rata-rata cocok banget sama desain rumah-rumah modern yang minimalis atau model-model industrialis gitu.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Lemari
Dulu, setiap mau membeli lemari, yang saya perhatikan cuma dua hal. Pertama, pasti lihat modelnya dulu, bagus atau nggak? Saya suka yang minimalis.
Trus, baru lihat harganya, masuk di kantong atau nggak? Soal tahan air, tahan lembab, atau tahan rayap? Jujur saja, saya nggak terlalu peduli.
Sampai suatu pagi, saya mengambil gamis putih yang sudah lama nggak terpakai. Pas saya bentangkan, ada bercak-bercak hitam di kerahnya.
Saya cium aromanya, ada bau lembab yang aneh. Baru saya sadar, bau itu sudah lama ada di dalam lemari, hanya saja saya terlalu terbiasa hingga menganggapnya normal.
Saya bongkar semua isinya. Dan disitulah saya terdiam cukup lama. Syok karena lemari andalan saya dindingnya udah pada jamuran.
Musuh yang nggak Pernah Kita Undang Itu Bernama “Jamur”
Bagian belakang lemari sudah agak kembung. Kayu lapisnya mengelupas seperti kulit yang terbakar matahari. Di sudut bawah, ada jejak putih seperti tepung, ternyata jamur. Dan di bagian kaki lemari, ada serbuk-serbuk halus berwarna coklat muda. Rayap.
Padahal lemari itu belum juga tiga tahun saya beli.
Saya jadi ingat, beberapa bulan lalu sempat kebocoran sedikit waktu hujan agak deras. Nggak sampai banjir sih, hanya rembesan kecil dari plafon.
Saya lap. Saya pikir gitu aja sudah cukup. Ternyata nggak. Lemari kayu justru menyerap air yang sedikit tersebut. Ia menyimpan air, menyimpan lembab, lalu pelan-pelan membusuk dari dalam.
Ya, itulah masalah terbesar lemari kayu yang jarang kita bicarakan. Dari luar ia terlihat baik-baik saja, tapi di dalamnya ia justru sedang berjuang melawan air, lembab, dan rayap. Kita nggak sadar sampai pakaian kesayangan kita jadi korbannya.
Ketika Niat Berhemat Justru Jadi Biang Pemborosan
Karena panik, saya coba selamatkan apa yang masih bisa diselamatkan. Baju-baju saya cuci dan jemur lagi. Lemari saya lap pakai cairan anti jamur. Saya ganjal kakinya biar nggak menyentuh lantai langsung.
Tahan beberapa minggu. Setelah itu bau itu datang lagi.
Akhirnya saya menyerah. Saya terpaksa membeli lemari kain sebagai alternatif sementara untuk mengungsikan pakaian-pakaian kesayangan saya agar nggak berjamur.
Di sini saya mulai mikir. Harga lemari nggak murah, kan?
Jiwa “perhitungan” saya langsung muncul. Saya mulai menghitung-hitung. Harga lemari kayu yang saya beli memang terlihat lebih murah di awal.
Tapi kalau harus ganti setiap 2-3 tahun, ditambah baju yang rusak, waktu yang terbuang untuk beres-beres, dan energi untuk menahan rasa khawatir, jatuhnya jauh lebih mahal. Jauh lebih melelahkan.
Hal itu bikin saya bertanya ke diri sendiri. Kenapa saya terus memaksa bertahan dengan sesuatu yang memang nggak dirancang untuk tahan lama? Kenapa saya nggak berhenti membeli lemari kayu saja?
Sejak hari itu, saya mulai mencari alternatif. Saya ingin lemari yang kalau terkena air nggak perlu panik. Yang kalau musim hujan dan lembab, saya nggak perlu was-was baju jadi bau. Yang kalau ditinggal lama, saya nggak perlu takut pulang-pulang sudah jadi sarang rayap.
Dari situlah saya mulai melirik lemari besi. Awalnya saya sempat ragu. Takut harganya mahal. Apalagi lemari besi kan tergolong berat jadi kalau beli online pasti ongkirnya juga mahal.
Eh, tapi tunggu dulu!
Awalnya saya juga menduga biaya untuk beli lemari besi itu bakal mahal, sampai saya menemukan Lemari Besi Imah Furniture.
Lemari Besi Imah Furniture
Ya, keyakinan saya untuk beralih itu semakin bulat setelah melihat langsung lemari besi milik Ibu mertua.
Beliau sudah pakai bertahun-tahun. Rumah mertua juga bukan rumah yang lantainya mulus-mulus amat, kadang kalau hujan besar air juga sempat masuk tipis-tipis.
Tapi lemari besinya tetap berdiri tegak. nggak mengembang, nggak berjamur, nggak ada serbuk rayap. Pintu slide-nya masih enak dibuka tutup. Warnanya masih bersih. Di dalamnya, baju-baju terlipat rapi tanpa bau apek sama sekali.
Dan yang paling mengejutkan, harganya nggak semahal lemari kayu solid yang selama ini saya beli.
Dari situ saya mulai serius mencari. Saya ketik di Google, saya scroll sampai akhirnya saya menemukan website Imah Furniture yang menjual berbagai macam lemari besi kekinian.
Lemari besi yang ditawarkan oleh Imah Furniture ini fokus produknya jelas. Mereka fokus menawarkan lemari pakaian besi 4 in 1 yang anti rayap, anti jamur, anti air, dan anti banjir.
Setelah saya telisik-telisik. Saya berani bilang lemari besi dari Imah Furniture ini adalah pilihan terbaik untuk melindungi pakaian kesayangan saya.
Pertama, lemari besi benar-benar 100% bebas drama. Nggak ada lagi cerita rayap yang menggerogoti dari dalam. Nggak ada jamur karena lembab. Nggak ada papan yang mengembang karena kena air. Bahkan kalau suatu saat rumah kebanjiran tipis-tipis, kita tinggal lap aja. Beres deh.
Intinya, baju aman, dan hati jadi tenang.
Kedua, awetnya tuh bukan untuk setahun dua tahun, tapi untuk jangka panjang. Desainnya modern, minimalis, warnanya netral, jadi bisa masuk di kamar anak anak-anak maupun kamar utama.
Pilihannya beragam. Ada model 2 Pintu dengan lebar 90 Cm dan 120 Cm. Ada model lemari besi 3 pintu dengan lebar 150 Cm, lemari 4 pintu 160 Cm, dan 5 Pintu dengan lebar 200 Cm.
Sekali beli, kita bisa memakainya sampai anak kita besar nanti. Kita jadi lebih hemat karena nggak perlu beli lemari berulang-ulang.
Ada 4 hal yang bikin saya akhirnya tanpa ragu checkout di Imah Furniture, karena menurut saya, 4 hal ini sangat “mengerti” pembeli.
1. Gratis Ongkir Jabodetabek Tanpa Minimal Pembelian
Ini yang paling jarang saya temui. Biasanya gratis ongkir itu ada minimal belanja, ada syarat dan ketentuan yang panjang. Di Imah Furniture, nggak.
Mau beli satu lemari pun, ongkirnya tetap gratis. Gratis ongkir senilai Rp 250K ini berlaku untuk area Jabodetabek ya.
Kalau di luar Jabodetabek. Misalnya, kalau kalian tinggal di Serang, Banten, atau di wilayah-wilayah yang agak jauh dari Jakarta seperti di Bandung, Cikampek, dan Karawang, kalian tetap bisa dapet GRATIS ONGKIR kalau belinya agak banyak.
Tapi, meskipun kalian belinya nggak banyak, ongkos kirimnya tetap murah dibandingkan dengan biaya pengiriman reguler. Bisa dibilang kecil banget.
Mereka bisa melakukan ini karena mereka memotong biaya marketplace sebesar 12% yang biasanya dibebankan ke pembeli.
Biaya itu mereka kembalikan sepenuhnya untuk kita dalam bentuk gratis ongkir, gratis pemasangan, dan harga yang tetap terjangkau. Jadi, uang kita benar-benar untuk barangnya, bukan untuk biaya admin platform.
2. Pembayaran COD Setelah Barang Dikirim dan Dirakit di Lokasi
Saya adalah tipe pembeli yang trauma dengan barang datang cacat tapi sudah terlanjur transfer.
Di Imah, sistemnya COD. Artinya, kita bayar setelah barang sampai di rumah, setelah dirakit, setelah kita lihat sendiri kondisinya mulus dan sesuai pesanan.
3. Gratis Perakitan Lemari oleh Teknisi dengan Pengalaman Lebih dari 7 Tahun
Kalian pernah ngerakit lemari?
Hehehe, saya kalau ngerakit lemari plastik kecil bisa setengah hari nggak kelar-kelar. Saya nggak bisa bayangin kalau disuruh ngerakit lemari besi. Hahaha.
Lemari besi kalau nggak dirakit dengan benar, pintunya bisa miring, nggak presisi, dan bunyinya berisik.
Tapi kalau kita beli lemari di Imah Furniture, ya… nggak perlu ngerakit sendiri. Karena yang ngerakit adalah teknisi khusus yang sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun di bidangnya.
Catat! Ini gratis.
Jadi kita tinggal terima beres. Lemari langsung bisa dipakai hari itu juga, rapi dan kokoh.
4. Harga Terjangkau Karena Memang Niatnya Memudahkan
Seperti yang saya bilang tadi, karena mereka menjual langsung lewat website, potongan 12% biaya marketplace itu nggak mereka ambil sebagai untung.
Mereka putar lagi untuk subsidi ongkir dan pemasangan. Hasilnya, kita dapat lemari besi 4 in 1 yang tangguh dengan harga yang jauh lebih bersahabat.
Bisa dapat harga khusus kalau belinya banyak, misalnya untuk pengadaan lemari di kos-kosan, kantor, atau apartemen.
Penutup
Kita sering berpikir investasi itu harus selalu soal emas, saham, atau tanah. Padahal, berinvestasi pada furnitur yang tangguh, yang awet, yang bebas dari masalah rayap dan air, adalah bentuk investasi pada ketenangan pikiran kita sendiri untuk bertahun-tahun ke depan.
Selain lihat-lihat koleksi lemari besi 4 in 1 brand Imah Furniture di official website, kamu juga bisa melihat penampakannya di akun Tik Tok atau IG imahfurniture.id.
Oh, ya. Sebelum saya kelupaan. Kalau kalian mau beli lemari atau sekedar tanya-tanya dulu, entah itu nanya soal lemari pakaian atau lemari arsip baja harga 2 jutaan, kalian bisa menghubungi Tim CS, mulai dari Kak Linda (0856-07770-785), Kak Febri (0856-0777-1878) atau Kak Caca (08588-222-7051) lewat WhatsApp.



0 comments: