Thursday, 7 June 2018

Sup Tauge dengan Sosis So Good

Sup Kecambah atau sup tauge ini pertama saya kenal saat saya masih bekerja di Surabaya 12 tahun yang lalu. Saat itu saya masih sangat kecil, baru lulus sekolah MTsN (sederajat dengan SMP). Karena kondisi keluarga yang gak mampu membuat saya meneruskan ke jenjang SMA, akhirnya saya pergi bekerja ke Surabaya sebagai pembantu rumah tangga. Mungkin bagi sebagian orang pekerjaan itu adalah pekerjaan kelas rendahan, tapi bagi saya, pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga ini memberikan banyak sekali pelajaran hidup yang sangat banyak. Hal itu, mulai saya rasakan setelah menjalani kehidupan rumah tangga. Saya berpikir,

"Oh... ternyata gak seburuk dan serendah itu"

Saya dan sahabat saya yang doyan bikin menu ini, paling kanan anak bos saya 

Ya.. saya sendiri dahulu menganggap PRT itu adalah pekerjaan yang gak bakalan ngasih saya apapun kecuali tingkatan "kasta yang rendah". Dan semuanya berubah ketika saya bertemu dengan orang dengan pendidikan yang lebih tinggi namun berperilaku yang menurut saya gak ada baiknya sama sekali. Semuanya hanya tentang "bagaimana sikap kita" bukan "pekerjaan apa yang kita miliki". Dan yaa... akhirnya sayapun sangat percaya diri ketika ditanya oleh beberapa orang tentang pekerjaan saya sebelumnya atau lulusan apakah saya ini. Itu sering sekali terjadi saat saya masih jadi seorang Jomblo. Kalo sekarang sih gak ada yang nanyain, paling tetangga aja haha..


Nah, kembali ke sup kecambah ya.. sayanya sih sejak kecil memang sudah memasak untuk kakek saya. Ya.. waktu ditinggal sama orang tua jadi Transmigran ke Bengkulu, Sumatera Utara, saya tinggal bareng sama adek lelaki saya dan kakek. Sebelum berangkat kesekolah saya sudah memasak untuk mereka sebelumnya, pokoknya... kalau dipikir-pikir, hidup saya dulu ya bisa dibilang sengsara untuk ukuran anak SMP. Masakan anak SMP yang tinggal di desa pastilah nggak macem-macem kan, paling memanfaatkan sayur di kanan kiri rumah atau yang sering dibawain sama kakek saya.



Kalian mesti tahu lah, Saat menjalani pengalaman pertama selalu memberikan kesan yang mendalam. Entah itu hasilnya gak seperti yang diinginkan pasti akan teringat terus. Apalagi kalau sampai hasilnya bikin hati berbunga, makin lama melekat dalam ingatan. Ya.. kayak sup tauge ini, saya merasa pengalaman pertama saya baik sama dia, makanya saya suka masakan simple yang ngasih saya banyak pelajaran hidup, sesimple berpikir tentang siapa kita dimata orang-orang, bukan hanya karena status pekerjaan.

Berhubung ini masakan gampang bangetm jadi saya mau berbagi resepnya sama kalian ya, siapa tau bisa nyobain sendiri dirumah. Bahannya juga murah meriah hehe.

Resep Sup Tauge dengan Sosis So Good


Bahan:

  • 1/4kg Tauge dari kacang hijau
  • 3 potong besar Tahu putih (saya pake yang Rp.1000/potong)
  • Sosis So Good 
  • 4 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 3 Sendok makan kecap manis
  • Sejumput merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • Sejumput gula
  • 500ml Air
  • 1 batang daun bawang dan seledri
  • 3 sendok makan minyak goreng
  • 5 buah cabe rawit


Cara membuat sup tauge dengan Sosis So Good


Caranya gampang banget lah...

  1. Tahu di potong dadu kemudian digoreng setengah matang, sisihkan. 
  2. Tumis sampai harum bawang merah dan bawang putih yang sudah dipotong-potong, atau kalau punya banyak waktu, bawang merah dan bawang putih bisa di uleg atau diblender agar rasa lebih menyatu.
  3. Setelah itu, masukkan tahu, aduk sebentar kemudian tambahkan air dan kecap, gula, garam, merica bubuk dan tunggu sampai mendidih dengan api kecil diamkan beberapa saat, sekitar 3-5 menit agar air merasuk kedalam tahu.
  4. Masukkan sosis So Good yang sudah dipotong-potong.
  5. Dan.. next masukkan cabai tanpa diiris ya.. (karena Kinza belum bisa makan pedas) tunggu sebentar kemudian masukkan kecambah, daun bawang dan seledri kemudian aduk-aduk sebentar sampai mendidih. Jangan terlalu lama ya.. nanti kecambahnya akan kematengan rasanya jadi kurang enak. Karena saya suka kecambah yang masih kerasa "kriuk-nya" pas dimakan. Karena nanti juga kecambahnya didiamkan di kuah yang panas juga kan, jadi sebentar setelah mendidih langsung matikan apinya. 





No comments:

Post a Comment