Tuesday, 14 February 2017

Anak Terlalu Kurus? Ini Tips Agar Anak Rajin Makan dan Gemuk

Saat masih balita, pertumbuhan anak-anak adalah indikasi penting akan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizinya. Jika anak-anak terlihat kurus, biasanya diukur dari tinggi badan dan berat badan, maka hal tersebut mengindikasikan bahwa anak tersebut kurang gizi.

Rajin menimbang anak di posyandu adalah cara paling mudah untuk mengetahui apakah anak kita sudah mendapatkan gizi sesuai dengan yang dibutuhkan atau belum. Tapi kadang di Posyandu juga ada yang kurang profesional, mungkin membeli timbangan badan sendiri bisa juga menjadi alternatif tambahan.

Kadang-kadang, sebagai ibu, kita merasa sudah memberikan anak-anak makan dalam jumlah yang banyak. Akan tetapi ternyata timbangan atau tinggi badan anak tetap saja belum sesuai dengan standar.

Anak Terlalu Kurus? Ini Tips Agar Anak Rajin Makan dan Gemuk


Jika begitu, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi yang ada di posyandu atau di puskesmas.

Karena mungkin saja selama ini ibu memberikan makanan dalam porsi yang tidak tepat atau, salah menerapkan pola makanan bergizi yang seharusnya bisa membantu tumbuh kembang anak.

Ngomong-ngomong soal anak yang sehat, biasanya diukur dari berat badan dan tinggi badannya. Umumnya, berat badan anak yang sehat bisa dilihat dari standar berikut ini.


Ciri anak sehat


Anak usia 1 tahun setidaknya harus memiliki berat badan 3 kali lipat dibandingkan dengan berat badan saat ia lahir.

Sedangkan untuk anak usia 2 tahun, idealnya harus memiliki berat badan 4 kali lipat lebih berat dibandingkan dengan beratnya pada saat ia lahir.

Namun biasanya, jika kita rajin menimbang anak di posyandu kita akan dengan mudah melihat grafik pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika pertumbuhan anak masih dibawah standar, maka bunda perlu mencari cara untuk membantu agar anak bisa tumbuh lebih tinggi dan menjadi lebih berisi.

Jika anak-anak susah makan, jangan ragu-ragu untuk mencari beberapa tips membantu anak agar mau rajin makan. Saya rasa, tipsnya ada banyak di internet.

Salah satu dampak yang biasanya muncul apabila anak-anak malas makan atau terlalu pemilih adalah, mereka akan menjadi kurus, kurang bersemangat, tidak berprestasi, atau lemah.


Penyebab anak malas makan


Namun bukan hanya itu yang menyebabkan anak-anak menjadi kurus, melainkan aktivitas anak setiap hari serta pilihan makanan yang diberikan juga sangat berpengaruh.

Pada umumnya, anak-anak akan malas makan apabila:


Anak-anak tidak menyukai menu makanan yang disediakan


Sebagian keluarga di Indonesia menganggap makanan sehat itu hanyalah ikan, daging dan susu. Akan tetapi, sebenarnya, kita tetap bisa menyajikan makanan-makanan sehat tanpa harus keluar banyak uang.

Justru makanan-makanan sehat biasanya berharga murah. Makanan-makanan sehat seperti berbagai jenis sayuran rata-rata berharga tidak terlalu mahal.

Sedangkan sumber protein seperti ikan maupun daging tentu saja tidak harus disajikan setiap hari.

Jika anak-anak sulit untuk makan terutama karena mereka tidak menyukai menu makanan yang disajikan, cobalah untuk memilih dan mencoba resep-resep baru. Bunda bisa mencari resep makanan untuk anak di internet dan jumlahnya pasti banyak sekali.


Jika kurang gizi, anak juga akan susah makan


Setiap hari anak-anak tumbuh dan berkembang. Bunda juga harus menyadari hal tersebut karena selama ini banyak ibu yang tidak menyadari bahwa anak mereka terus tumbuh dan berkembang sehingga membutuhkan makanan dalam jumlah yang lebih banyak setiap hari atau setiap bulannya.

Karena memberikan anak makanan dalam jumlah yang stagnan atau dalam jumlah yang itu-itu saja membuat anak-anak yang sudah tumbuh besar menjadi kurang gizi.

Namun tidak hanya faktor tersebut yang menjadi landasan, melainkan aktivitas anak sehari-hari juga harus diperhatikan.

Jika anak-anak aktif dan terus bermain serta banyak berlari, bunda harus menawarkan dan memberikan anak makan dalam jumlah yang lebih banyak atau lebih sering. Karena mereka membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan dengan biasanya.

Makanan yang sehat juga harus didukung dengan kuantitas yang tepat. Makanan sehat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral harus tetap dipenuhi.


Anak malas makan bisa juga karena penyakit


Kalau anak malas makan dan berubah menjadi kurus, hal tersebut bisa jadi karena ada penyakit tertentu di dalam tubuh mereka. Diantara beberapa penyakit yang perlu diwaspadai apabila anak malas makan diantaranya adalah:
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi paru-paru atau TBC, dan
  • Infeksi parasit
Untuk memastikan anak-anak sehat, bunda harus memeriksakan anak ke dokter.

Tidak hanya itu, saat masih balita anak-anak juga mudah terkena penyakit cacingan karena anak-anak kurang pandai dalam menjaga kebersihan. Kadang-kadang mereka enggan mencuci tangan sebelum makan atau sebelum menyentuh makanan.


Pertumbuhan anak melambat apabila kekurangan albumin


Protein albumin sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantunya tumbuh dan berkembang. Albumin adalah sejenis protein di dalam tubuh yang berperan membentuk jaringan sel baru, menyusun struktur sel, berperan juga sebagai antibodi, enzim, dan pembentukan hormon.

Albumin di dalam tubuh akan disintesis di dalam hati dan kemudian disalurkan melalui pembuluh darah.

Apabila tubuh kekurangan albumin, maka tubuh akan secara otomatis sulit melakukan meregenerasi sel, kekurangan hormon, enzim di dalam tubuh mereka juga akan terganggu, serta tekanan darahnya akan turun.

Yang paling mengkhawatirkan, apabila anak kekurangan protein albumin, tubuh mereka tidak akan mampu tumbuh dan berkembang dengan normal karena setiap protein yang mereka konsumsi akan pecah dan sia-sia.

Beberapa resiko yang biasanya akan dihadapi oleh anak yang kekurangan albumin diantaranya adalah: Penyakit diabetes melitus, jantung koroner, penyakit kanker, gagal ginjal, hepatitis, kerusakan organ otak, kerusakan persendian tulang, grastitis, penyakit lupus, autis, dan mudah mengalami depresi.

Apabila anak terindikasi kekurangan hormon albumin, ada beberapa cara untuk meningkatkannya. Diantaranya adalah: Rajin mengkonsumsi telur, daging merah (sapi, kambing, domba, kerbau), susu, kacang-kacangan, ikan laut, dan ikan tawar.


Cara mengatasi anak yang malas makan


Cari tahu apa penyebabnya


Sebelum memberikan solusi, yang pasti terlebih dahulu kita harus mencari tahu akar penyebab mengapa anak malas makan.

Apakah anak malas makan karena menu makanan yang disajikan tidak disukai?

Apakah anak malas makan karena penyakit?

Apakah anak malas makan karena terlalu banyak minum air putih?

Dan masih banyak penyebab penyebab anak malas makan lainnya tidak bunda terlebih dahulu harus mengetahui alasan mengapa anak malas makan.


Penuhi kebutuhan gizi anak


Ketika memberikan anak makan, bunda tidak harus memberikan anak terlalu banyak nasi. Terlalu banyak memberikan nasi kepada anak membuat makanan-makanan sumber gizi dan vitamin lainnya menjadi berkurang.

Padahal, masih ada banyak kebutuhan selain karbohidrat (sumber tenaga) yang perlu dipenuhi seperti: Protein, vitamin, dan mineral.


Buatlah jadwal yang teratur untuk waktu makan


Tahukah bunda bahwa perut balita akan mulai kosong setelah makan 3-4 jam kemudian? Anak-anak (balita) tidak seperti orang dewasa yang bisa menahan lapar dalam waktu yang lebih lama karena makan lebih banyak.

Anak-anak, karena memiliki usus yang hanya bisa menampung sedikit makanan, maka mereka cenderung lebih mudah kehabisan bekal makanan di dalam perut karena mereka juga mengisinya dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Anak-anak usia 1 tahun bisa diberikan makan antara 4 hingga 6 kali sehari.


Sertakan menu atau lauk favorit anak


Sama seperti orang dewasa, sebenarnya anak-anak juga memiliki menu-menu favorite. Ada yang menyukai ikan, ada yang menyukai udang, mungkin ada juga yang menyukai berbagai jenis sayur.

Berbagai jenis makanan-makanan yang disukai oleh anak-anak tersebut sebaiknya disertakan setiap hari untuk memancing agar anak selera makan.

Namun tentu saja lauk yang diberikan tidak hanya berupa makanan makanan favorit tersebut. Melainkan harus dikombinasikan juga dengan makanan-makanan lain yang sarat nutrisi.

Semoga artikel ini bermanfaat ya... Catatan juga untuk saya dalam menjadikan anak sehat dan memiliki nutrisi yang cukup. Semangat Bunda!

No comments:

Post a Comment