Sunday, 25 February 2018

Keluarga Hanyalah Tentang Saling Bekerjasama

Setiap pasangan yang hidup dalam naungan rumah tangga memang memliki ciri khas yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Entah dalam hal menjaga hubungan mereka atau cara mereka mengurus anak-anak mereka. Jangankan beda orang, antara ibu dan anak saja bisa sangat berbeda bagaimana mereka menjaga rumah tangganya. Sayapun merasakannya juga dengan apa yang disebut dengan rumah tangga ini sejak tahun 2013 lalu. Hampir 5 tahun sudah saya hidup dengan orang lain dalam satu rumah. Tentu saja banyak hal yang berbeda diantara kami dan tentu saja pernah ada perasaan-perasaan canggung lainnya dalam rumah tangga kami.

Ini kita, lagi selfie, selfie yang jarang-jarang banget haha


Namun, dengan semua itu, setidaknya kami atau lebih ke saya aja  ya hahhaa.. Saya selalu belajar bagaimana rumah tangga seharusnya berjalan. Hanya beberapa kunci saja biar rumah tangga itu jadi adem ayem dan terasa sangat harmonis. Apalagi saya yang gak pernah LDR'an sama suami. Pernah sih ditinggal seminggu waktu suami mudik ke Kalimantan, dan itu rasanya Rinduuu banget haha.. Ada yang beda aja dengan suasana rumah kala gak ada suami yang biasanya selalu dirumah.


Keluarga Hanyalah tentang saling bekerjasama


Arti kerjasama ini sebenarnya sangatlah luas, luas sekali. Bekerja sama dengan pasangan akan membuat rumah tangga jadi sangat manis dan selaras. Gak akan ada banyak perdebatan apalagi sampai cekcok yang sampe kedengeran tetangga sebelah, ih malu hhiihihi. Dan sayangnya.. dalam membangun kerjasama inilah yang memang perjuangannya sangat berat. Banyak yang berhasil tapi gak sedikit juga yang gagal total.

Bekerjasama Menjaga perasaan


Kalau ngomongin soal perasaan, saya yakin wanita pasti juaranya. Wanita itu katanya kuat kalaupun harus diajak hidup melarat, gak punya dan serba sederhana. Tapi jangan coba-coba dengan perasaannya, begitu sensitif dan lembut banget apalagi kalau sudah soal "ada yang lain" hahaha. Nah.. suami-suami yang biasanya iseng nih yang wajib belajar bekerjasama dalam menjaga perasaan. Bukan hanya suami saja, istripun juga begitu harus belajar menjaga perasaan suaminya. Kadang... hal yang sepele saja bisa menyinggung perasaan suami tanpa kita sadari. Dari pada menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak, komunikasi yang baik dan keterbukaan adalah kuncinya. Saling mendiskusikan masalah "apa yang gak aku suka" dan "apa yang bikin aku tersinggung" adalah penting dan wajib ada dalam obrolan berdua entah itu seminggu sekali atau bahkan setiap hari.

Bekerjasama menjaga anak-anak


Menjaga anak itu bukan kerjaan istri saja lo ya bapak-bapak.. Salah banget kalau sampai melimpahkan urusan anak hanya sama istri saja, salah besar. Menjaga anak adalah kewajiban berdua! Anak membutuhkan seorang ibu dan juga ayahnya selalu ada buat dia. Jangan mentang-mentang sibuk bekerja dan dengan alasan itu sang ayah jadi gak mau ikut campur urusan anak ya, salah banget itu. Dikiranya istri dirumah juga gak kerja apa, 7x24 malah, gak ada gajinya lagi hahaha, tapi semoga Allah membalas dengan pahala yang besar ya.. jadi harus ikhlas lah.

Berbagi masalah dan mencari solusinya bersama adalah cara bekerjasama dengan pasangan masalah mengurus anak ini menjadi lebih mudah. Menyamakan visi dan misi mau diapakan anak ini juga hal yang gak mudah. Apalagi kalau sampai beda cara mengasuh, bisa debat terus setiap hari sama pasangan. Padahal kan nggak boleh seperti itu, Karena anak ini bukan ajang coba-coba semata, mereka adalah alat hidup bagaimana kita berusaha menjadi orang tua yang menjadi teladan yang baik untuk mereka. Hal kecil saja sih, misalnya soal makanan dan cara makan, hal-hal seperti ini yang terjadi setiap hari dan sewaktu-waktu yang tanpa kita sadari bisa membentuk serta menentukan anak kita seperti apa dimasa depan nanti. Contoh lagi dengan cara memberi hukuman kepada mereka, harus tega-tegaan pokoknya, meskipun kadang berasa jadi orang tua yang raja tega, semuanya demi akhlak yang baik dia kepada orang lain dimasa depan.

Bekerjasama menjaga rumah


Yang ngerasa jadi istri, seneng gak sih kalau dibantuin suami cuci piring, ayo Cuunggg.. hal remeh kayak gitu aja bisa numbuhin cinta lho. Cuci piring yang identik sama pekerjaan istri ini, ternyata ampuh banget buat bikin istri bangga dan cinta sama suaminya kalau dibantuin. Yah.. minimal cuci piring sendiri lah ya buat para bapak bapak, abis makan jangan ditaruk aja, apalagi numpuk-numpuk dan nungguin istri yang nyuciin, gak keren banget kelakuan kayak gitu tuh. Meskipun kedudukan suami itu adalah raja dalam rumah tangga, tapi sikap lembut kayak gini perlu juga diaplikasikan dalam rumah tangga. Jangan heranlah kalo setelah itu istrinya masak yang enak-enak, tapi jangan lupa uang blanja juga ditambah lah biar semangat hahaha, kok intinya jadi balik ke duit ya wakakakak.

Bekerjasama dalam kebaikan


Meskipun kalau dilihat ungkapan ini kayaknya gampang banget, tapi dalam kehidupan nyata banyak pasangan yang kurang sukses dalam menjalankannya. Saya sendiri masih terus belajar soal bekerjasama dalam hal kebaikan ini. Sesederhana mengingatkan suami untuk pergi ke masjid, sesederhana suami ingetin istri buat solat on time, sesederhana suami mengingatkan untuk jangan bicara keras, sesederhana suami ingetin istri untuk sabar, sesederhana suami ingetin istri buat nambah hafalan, sesederhana suami ingetin istri untuk lebih ringan memberi dan sesederhana-sesederhana yang lainnya. Karena Allah sendiri meminta kita dalam Al-Qur'an untuk menjaga kita dan keluarga kita dari api neraka. Karena pekerjaan bekerjasama memang membutuhkan niat dan kebiasaan untuk menjadi terbiasa dengan kebaikan-kebaikan.

Ternyata sebenernya masih banyak pekerjaan yang seharusnya dilakukan bersama-sama ini untuk membentuk sebuah rumah tangga yang minimal gak pernah berantem aja tiap hari hihi. Jadi.. apa pekerjaan bersamamu dengan pasangan yang masih susah dilakukan? Sama seperti saya, masih harus terus belajar untuk itu :).

No comments:

Post a Comment