Monday, 23 October 2017

Menjadi Bodoh Itu Perlu

Sejak dahulu, saya kadang berpikir kalau saya ini orang yang enggan bersentuhan langsung dengan orang-orang pinter. Saya enggan deket-deket sama mereka. Apalagi kalau saya melihat orang tersebut berbeda dengan saya, baik secara pemikiran ataupun secara visi misi. Saya lebih memilih topik-topik yang ringan dan sama sekali tidak penting untuk dibahas saat bertemu yang memang tidak sering. Pertemuan yang kadang membuat suasana menjadi sangat kaku dan entahlah, kehilangan ide untuk memulai pembicaraan.



Malah, kadang saya justru merasa sangat nyaman dengan orang-orang yang saya anggap sama dengan saya, merasa bodoh dan gak ngerti sama sekali. Rasanya ngobrol sama mereka itu asik, entah sama-sama bodohnya atau sama-sama oon-nya. Yang jelas, ada kesamaan disana.

Yang bikin gak nyaman lagi, ketemu sama pribadi yang terkesan 'menggurui' dan menganggap kita bodoh. Aneh memang, senang berkumpul sama orang-orang yang terlihat bodoh tapi gak mau dikatain bodoh haha.


Ngerasa Nggak Pantes


Rendah diri emang bukan sikap yang baik, rendah diri bukan perilaku yang harus dipelihara lama dalam otak dan cara berpikir. Tapi merasa diri yang terbaik juga bukan pilihan tepat terlebih jika kita berada di lingkup sosial yang gak mau digurui. Jangankan digurui, diberi teladan aja mereka masih bebal. Bisa salah sasaran jika kita mengungkapkan keinginan yang kita punya meskipun itu baik.

Jadi, sebenarnya merasa bodoh itu perlu banget, apalagi ketika kita belajar buat ndengerin omongan orang lain, karena didengarkan itu sangat menyenangkan bukan?

Ada saatnya kita harus menjadi orang lain lebih dahulu untuk menyelami pemikiran seseorang. Jangan memaksakan keinginan yang kita miliki kepada orang lain meskipun itu baik dan benar. Menjadi bodoh itu perlu, terlebih untuk mengajak orang lain kepada kebaikan. Jadi jangan ragu ya..


No comments:

Post a Comment