Monday, 28 August 2017

Suka Nyisain Makanan? Kalian Gak Keren!

Fenomena makan ditempat umum dan masih ada sisa makanan didalam piring yang artinya makanan tersebut boleh dibuang masih saja saya temui dibeberapa tempat. Contohnya saja kemaren waktu datang ke hajat salah satu saudara yang tinggal di desanya Emak. Saya melihat banyak sekali orang yang dengan sengaja nyisain makanannya di piring. Padahal makanan yang dikasih sama yang punya rumah cuma sedikit, gak ada satu sendok nasi deh kayaknya. Saya sendiri kalau makan dirumah juga bakalan nambah 2 kali lah haha, kurang porsi segitu. Sementara saya dan Abi-nya Kinza kerjasama menghabiskan makanan Kinza yang emang udah dikasih porsi sendiri.



Di desa, tradisi kondangan belum sekeren di kota yang prasmanan dan ngambil semua makanan sendiri. Kebanyakan orang desa masih mengikuti cara dan kebiasaan masing-masing. Saat kamu datang untuk bertamu, orang-orang yang membantu di dalam hajat tersebut akan melayani kamu dengan air teh dan disusul dengan seporsi kecil nasi rawon atau nasi soto biasanya. Nah.. di moment itulah barang-barang mubazir dimulai. Dulu, didesa masih menggunakan teh yang dibuat sendiri didapur sang punya rumah, namun sekarang nampaknya udah mulai maju, pakai teh gelas. Yaaa.. sebenarnya saya lebih menyukai air putih sih :D.


Antara Gengsi atau Malu


Bisa jadi, bisa jadi nih ya.. orang yang gak mau ngabisin makanan yang udah dikasih sama dia itu gengsi gitu lah. Gengsi disebut makannya banyak, gengsi disebut rakus dan gengsi-gengsi lainnya. Padahal, kalau bukan kita yang makan dan ngabisin semuanya, terus mau dikasih sama siapa? Atau mungkin mereka malu? Malu karena makan ditempat umum, jadi harus kelihatan cantik donk. Ah ya, kebanyakan kaum emak-emak nih yang suka gak mau ngabisin makanannya. Padahal emak-emaklah yang paling tau harga-harga makanan yang disediain tersebut. Bisa-bisa malah udah ditafsir berapa harganya lagi pas dikeluarin dan dikasih ke kita haha.

Mungkin, Mereka Gak tau


Membuang-buang makanan adalah hal yang bisa jadi sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Atau mungkin juga karena lingkungan yang mengajarkannya secara tidak langsung. Misalnya saja kita melihat orang disekitar kita saat datang ke suatu acara asti nyisain makanan dipiringnya. Padahal, jika kita tahu betapa susahnya mengumpulkan, mencari, sampai bikin mateng itu makanan, pasti kita akan menghargai apa yang disajikan untuk kita.

Belajar menghargai

Sebenarnya, ada banyak sekali hikmah dari kejadian tentang makan ditempat umum atau disuatu tempat ini. Seharusnya kita tidak malu walau disebut orang yang kelaparan karena menghabiskan makanan yang sudah disajikan. Atau merasa malu karena gak ada sisa makanan satupun dipiring kita. Justru kita seharusnya bangga karena menjadi pribadi yang belajar menghargai dan sayang kepada apapun termasuk makanan. Karena diluar sana, ada banyak sekali orang yang kelaparan, mmbutuhkan makanan tapi tidak bisa mendapatkannya. Seharusnya kita belajar tentang itu semua.

No comments:

Post a Comment