Thursday, 9 February 2017

Cara Membantu Anak Agar Mau Rajin Makan

Setiap anak dilahirkan berbeda-beda dan tumbuh di lingkungan keluarga yang juga memiliki aturan dan gaya sendiri-sendiri. Sehingga, mereka juga tumbuh menjadi pribadi yang berbeda-beda. Salah satu perbedaan yang paling sering kita lihat adalah bagaimana mereka makan.

Gaya makan anak, entah itu pemilih, lahap atau sebaliknya, tidak suka sayuran, suka ngemil, dan lain-lain pada umumnya kebiasaan tersebut muncul karena berdasarkan perlakuan orang tua kepada anak.

KInza dan sahabatnya, Rafa


Walaupun tidak selalu, namun kebiasaan di rumah, baik itu kebiasaan ibunya, saudaranya yang lebih besar, atau kebiasaan keluarga yang lain seringkali ditiru oleh anak-anak.

Balita memang kadang-kadang sangat susah diajak untuk makan apalagi jika mereka sudah ngemil terlebih dahulu atau minum terlalu banyak air (susu).

Sebagian balita ada yang memang tidak terlalu doyan makan, kalaupun mau makan makannya hanya sedikit saja. Kadang-kadang kita sebagai orang tua merasa khawatir jika anak akan mengalami pertumbuhan yang lambat atau tidak mendapatkan nutrisi seperti yang dibutuhkannya karena tidak mau rajin makan.


Bagi bunda yang merasa anak di rumah sulit makan, ada beberapa cara membantu balita agar mau rajin makan. Berikut diantaranya.


Variasikan menu makanan


Jika makanan tidak sesuai dengan apa yang mereka sukai atau jika tidak sesuai dengan selera mereka, anak-anak biasanya akan menolak makanan begitu saja. Jadi, daripada anak tidak makan atau makannya hanya sedikit, bunda harus sedikit berkorban waktu untuk mencari resep-resep makanan baru yang kira-kira disukai oleh anak.

Setiap 3 hari sekali, cobalah resep-resep baru. Kadang-kadang, menu makanan baru tidak begitu disukai di hari pertama, namun bisa jadi disukai di hari kedua atau hari ketiga. Atau bisa jadi menu makanan tersebut tidak disukai sama sekali oleh anak.

Dalam hal ini, bunda, sebenarnya kita mencoba untuk mencari tahu apa saja makanan makanan yang disukai oleh anak-anak setelah itu, kita akan membuat daftar makanan tersebut sehingga nantinya, kedepan kita akan bisa dengan mudah memilih jenis makanan apa yang akan kita buat atau yang akan kita tawarkan ke anak untuk dibuat dengan begitu, mereka akan cenderung lebih semangat untuk makan.


Makan bersama


Anak-anak sejak masih kecil sudah suka berkompetisi atau melakukan hal bersama-sama, atau melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang tua mereka.

Karena anak-anak sangat suka meniru dan ingin melakukan apa yang dilakukan oleh orang tua mereka, maka di sinilah peran penting orang tua untuk memberikan contoh kepada anak.

Apabila anak cenderung malas makan, cobalah mengajaknya makan bersama-sama dengan kedua orang tua maupun saudaranya yang lebih kecil atau yang lebih besar.

Anak-anak akan memperhatikan apa yang dimakan oleh orang tua. Dan jika mereka memiliki hal yang sama misalnya sayur, kemungkinan besar mereka pun akan mencoba sayur tanpa ragu-ragu.

Sebagai orangtua, kita perlu untuk mengalah. Kadang-kadang memang kita tidak suka makanan-makanan yang kurang pedas atau makanan-makanan kurang berbumbu atau penyedap lainnya.

Akan tetapi mempertimbangkan bahwa anak-anak juga perlu diperhatikan, mungkin ada kalanya kita harus mengalah dan memakan menu makanan untuk anak anak.


Tentukan waktu makan


Kadangkala, waktu makan yang tidak teratur membuat kita kesulitan menentukan apakah anak tersebut sudah lapar atau masih kenyang. Kadang-kadang kita merasa ragu-ragu untuk memberikan anak makan takut kalau kalau makanan tersebut tidak disentuh dan kemudian jadi sia-sia.

Daripada menebak-nebak, alangkah baiknya jika di dalam keluarga ada jam makan yang teratur mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam.


Sajikan dalam bentuk yang menarik


Anak-anak (balita) tentu masih memiliki perut berukuran kecil sehingga makannya tidak terlalu banyak. Oleh sebab itu, kita juga harus pandai-pandai memilih makanan yang sarat gizi.

Pada masa balita, anak-anak tidak membutuhkan terlalu banyak karbohidrat yang bersumber dari nasi. Sebaliknya, mereka membutuhkan banyak vitamin dan mineral untuk membantu tumbuh kembang tubuh maupun otaknya.

Menyajikan makanan dengan bentuk-bentuk yang menarik adalah salah satu cara membantu balita agar mau rajin makan. Di piring, bunda bisa mencoba membentuk makanan menjadi karakter-karakter tertentu yang mungkin disukai oleh anak-anak atau bentuk bentuk binatang, sehingga terlihat lebih menarik.


Pilihlah cemilan dengan cermat


Kalau anak-anak masih sulit untuk diajak makan, bunda harus pandai-pandai dalam memilih cemilan. Cemilan yang sehat seperti telur rebus (telur ayam atau telur burung puyuh), kemudian berbagai makanan yang terbuat dari keju dan susu, sayuran atau buah-buahan bisa menjadi cemilan sehat yang akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

Jika anak-anak suka ngemil buah-buahan, misalnya buah apel, buah pir, atau buah yang lainnya, jangan ragu-ragu untuk selalu menyediakan stock buah-buahan tersebut di kulkas.


Berikan minum berupa air putih atau susu setelah anak-anak selesai makan


Di rumah, kami kami memiliki anak yang baru berusia dua setengah tahun. Walaupun nggak selalu, kadang-kadang anak kami minta minum sebelum makan. Karena kami tahu kebiasaannya meminum seluruh air yang ada di gelas, maka kami-pun hanya memberikan air dalam jumlah yang terbatas.

Karena memang anak-anak biasanya sangat suka dengan air putih sehingga cenderung mau menghabiskan semua yang ada di gelas dalam sekali minum.

Namun sayangnya terlalu banyak air putih atau terlalu banyak minum sebelum makan membuat anak-anak merasa kenyang lebih dulu sehingga jumlah makannya menjadi lebih sedikit.

Agar anak-anak selera makan, ada baiknya bunda memberikan anak-anak minum berupa air putih atau susu setelah makan saja.

Tapi jika anak-anak merasa seret atau butuh air ketika makan, terapkan kembali metode yang sama yaitu dengan memberikan anak-anak minum sedikit saja, sekedar untuk melancarkan tenggorokan.

No comments:

Post a Comment