Wednesday, 12 October 2016

Kiat Menghadirkan Cinta dalam Perbedaan Kehidupan Rumah Tangga

Perbedaan memang selalu ada, bukan kepada sepasang suami istri, bahkan kepada orang tua sendiri yang melahirkan dan membesarkan kita bisa saja berbeda. Bukan dari hal-hal  besar, bahkan hal kecil seperti meletakkan sesuatu yang tidak pada tempatnya saja bisa memicu pertengkaran jika tidak dilanjutkan dengan komunikasi yang baik. Setelah berumah tangga dengan seorang Joo, saya mengerti banyak hal yang mungkin sedikit bagian darinya yang saya tahu.

Bagimu, yang sedang jatuh cinta.. Perbedaan berumah tangga itu sangat banyak.. Jika kita tidak bisa menghadapinya dengan baik, bisa saja setan mencari celah kosong untuk membakar semuanya menjadi hal yang mengerikan.

Kita, tidak bisa menyalahkan perbedaan, kita hanya perlu menguatkan cinta..

Kembali Kepada niat awal


Jika sudah begitu, kembalikan kepada niat awal menikah kita apa? Apa iya untuk bertengkar dan bercekcok dengan pasangan? Niat menikah yang karena Allah akan lebih mudah mengembalikan semuanya kepada Allah jika terjadi sesuatu. Memang, kadang emosi membawa kebencian dan gengsi yang tinggi, disana kita dituntut untuk memulai lebih dahulu, memulai apa?


Mulai minta maaf dan berbicara


Meskipun makan pernah sepiring berdua, minum bergantian gelas, dan saling mengasihi dalam banyak hal. Kita kadang gengsi untuk memulai pembicaraan dengan pasangan, merasa benar dan kadang malu. Waktunya kita 'membunuh' semua perasaan-perasaan itu, katakan maaf, meskipun itu sulit. Jangan berangsur-angsur berdiam diri karena kebencian, disana kembali setan akan menyerang ruang-ruang sempit yang sudah mulai terisi oleh kebencian. Mau dikuasai setan?

Ingat Kebaikan Pasangan


Selain hal yang menimbulkan pertengkaran rumah tangga memang gak ada hal lain saat emosi sudah mulai menguasai hati. Padahal, dibandingkan hal yang menyakiti kita barusan, ada ribuan kebaikan yang mungkin sudah kita lupakan. Pasangan kita, melakukannya dengan penuh cinta dan keihlasan, itu yang harus selalu diingat. Dengan begitu, emosi bisa kita tekan dan kembali menggenggam erat tangannya, memahami perbedaan dan menciptakan kasih sayang dalam rumah tangga.

Ketulusan tidak bisa dibandingkan dengan kebencian, bukan?


"Bukankah pernikahan terjadi karena kita merasa bisa saling mengasihi dan berbagi kasih sayang?"

"Bukankah pernikahan terjadi karena kita saling memberi dan menerim satu sama lainnya?"

"Bukankah pernikahan ini, kita sendiri yang mau menjalankan?"

Dan yang pasti, Bukankah Allah sudah tau yang terbaik untuk kita, kamu dan hidupku.. akan menjadi satu bagian yang indah dalam bingkai rumah tangga. Sampai detik ini, aku masih mencintaimu.. katakan itu kepadanya..

No comments:

Post a Comment