Saturday, 20 August 2016

Tips Menjadi Orangtua yang Baik Bagi Anak-Anak

Bagaimana caranya menjadi orangtua yang baik? Pertanyaan ini sering diajukan oleh orangtua baru yang belum memiliki pengalaman dalam mengasuh anak. Namun jangan khawatir, kamu bisa menjadi orangtua yang baik dengan mengikuti beberapa tips berikut ini.

 Menjadi orangtua adalah salah satu pengalaman yang paling berharga di dalam hidup kita. Akan tetapi, tidak selamanya menjadi orangtua itu mudah lho. Tidak peduli berapapun usia anak anda saat ini, pekerjaan menjadi orangtua tidak pernah muda. Untuk menjadi orangtua yang baik, kamu harus tahu bagaimana cara menghargai dan mencintai anak. Sehingga anak-anak akan merasa sangat dicintai dan dihargai yang kemudian membuatnya juga memberikan hal yang sama kepada orangtua yaitu rasa cinta dan penghargaan. Karena apa yang kita berikan dan apa yang kita tunjukkan merupakan contoh yang akan langsung ditiru oleh anak tersebut.



Apabila kita hormat kepada anak, cinta, dan penuh kasih sayang serta kelembutan, mereka pun akan memberikan hal yang sama kepada kita, mungkin tidak saat ini melainkan pada saat mereka beranjak dewasa kelak.

Menciptakan lingkungan yang nyaman di rumah atau dimana saja saat bersama-sama adalah kunci untuk mengembangkan hubungan yang harmonis antara keluarga.

Ciptakan kondisi yang tepat dalam mengasuh dan mengembangkan kemampuan anak sehingga mereka akan menjadi orang dewasa yang percaya diri, mandiri, penuh kasih sayang, perhatian, dan bijaksana.


Cara menjadi orangtua yang baik



Beberapa tips menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak berikut ini bisa kamu jadikan sebagai acuan atau pertimbangan dalam mengambil sikap dan cara mengasuh.


Tunjukkan cinta yang kamu miliki


Memberikan cinta dan kasih sayang kita kepada anak tidak cukup hanya dengan ucapan saja. Anak biasanya belum begitu memahami arti sebuah ucapan. Akan tetapi tindakan akan memiliki arti yang sangat besar bagi mereka. Walau demikian, kata-kata juga sangat dibutuhkan. Sentuhan hangat, pelukan, dan kehadiran kamu pada saat anak-anak membutuhkan merupakan bentuk dari cinta dan kasih sayang. Jangan pernah mengabaikan pentingnya sentuhan fisik. Karena ini adalah bentuk dari rasa cinta dan kasih sayang yang selama ini sering kita ucapkan.

Beberapa bentuk ungkapan kasih sayang yang bisa kita tuangkan diantaranya adalah, kita bisa mengungkapkan rasa cinta atau memberitahukan mereka bahwa kita mencintai mereka setiap hari. Walaupun pada saat itu mungkin kamu sedang emosi karena anak melakukan kesalahan. Ekspresi yang kita tunjukkan dan keputusan yang kita ambil seperti, elusan lembut, penghargaan, sokongan, persetujuan, atau senyuman ternyata akan sangat berarti bagi mereka terutama untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Sering memeluk dan mencium anak adalah bentuk kasih sayang dan cinta yang lainnya. Pada akhirnya, cintailah anak-anak tanpa syarat. Jangan pernah memaksa mereka melakukan sesuatu atau menjadi yang bukan keinginan mereka. Jangan juga paksa anak-anak untuk menyukai dan mencintai anda. Tapi pastikan anak-anak tahu bahwa kamu mencintai mereka.


Berikan pujian


Memberikan pujian kepada anak merupakan bagian penting dari menjadi orangtua yang baik. Jika kamu ingin membuat anak bangga dan berprestasi maka, kamu sebagai orangtua harus memberikan mereka kepercayaan diri. Kepercayaan diri tersebut mereka butuhkan untuk bisa berprestasi dan untuk membuatmu bangga.

Ketika mereka melakukan sesuatu yang baik, pastikan mereka (anak-anak) tahu bahwa mereka diperhatikan dan kamu sangat bangga dengan hal itu.

Dengan membiasakan diri memuji anak ketika mereka berhasil melakukan hal tertentu atau mencapai target akan membuat anak lebih bersemangat. Walau demikian, sangat penting juga untuk memberitahu anak untuk membangun rasa dan sikap positif ketika mereka gagal.

Jika anak-anak masih terlalu kecil untuk memahami arti pujian, dengan tindakan kita juga bisa memberikan mereka pujian. Misalnya, kita bisa bertemu teman atau menunjukkan ekspresi gembira pada saat mereka berhasil. Misalnya, jika anak-anak mau duduk dan buang air kecil atau buang air besar di toilet, atau, apabila anak-anak menyelesaikan pekerjaan tertentu seperti belajar angka 1 hingga 10.

Daripada mengatakan "Hebat!", "Bagus!", "Pintar!", kamu lebih dianjurkan mendeskripsikan pujian tersebut dalam bentuk yang tepat. Misalnya,"Adik hebat, bisa membereskan mainannya sendiri!", atau, "Kamu pintar sekali bisa berhitung dari 1 sampai 10."


Jangan suka membandingkan anak dengan saudaranya yang lain


Kita harus menyadari bahwa setiap anak merupakan individu yang unik. Membandingkan mereka dengan saudaranya, atau dengan orang lain merupakan tindakan yang kurang bijak. Misalnya, jika kita selalu mengungkit ungkit perbedaan mereka terutama soal keberhasilan, hal tersebut akan membuat mereka merasa rendah diri apabila kalah dalam persaingan. Solusinya, untuk menjadi orangtua yang baik, jika kamu memiliki lebih dari satu anak, cobalah untuk membuat mereka bersaing dengan cara yang sehat. Caranya adalah dengan berbicara langsung kepada setiap individu dari anak-anakmu. Beritahukan mereka bagaimana caranya berperilaku yang baik atau bagaimana caranya mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Sebisa mungkin, hindarilah pilih kasih apa manfaat memfavoritkan satu anak saja. Hindari juga selalu memilih berdasarkan urutan kelahiran. Misalnya kamu sering mengajak anak yang lebih tua, atau sebaliknya selalu mengajak anak yang lebih kecil.


Jadilah pendengar yang baik


Anak-anak terkadang juga bisa berkeluh kesah. Pada saat mereka bercerita, dengarkan apa yang mereka katakan. Sesuatu yang mereka alami hari ini biasanya akan mereka ceritakan. Jadilah pendengar yang baik.

Tujuan kita mendengarkan anak-anak pada saat mereka bercerita bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberikan solusi apabila mereka memiliki masalah. Jika mereka melakukan hal negatif, jangan langsung memberikan pernyataan bahwa hal tersebut salah. Melainkan, cobalah untuk memberikan contoh dari tindakan yang benar.

Anak-anak terkadang bisa jadi sangat tertutup apabila orangtua jarang meluangkan waktu untuk berbicara dan membiasakan diri berbicara dengan anak-anak. Jadi disarankan, orangtua untuk lebih sering menyisihkan waktu berdua atau bersama anak-anak pada saat bermain, ketika sarapan, sebelum tidur, apa misalnya berjalan-jalan bersama pada saat pulang sekolah.


Tegakkan aturan yang wajar


Salah satu penyebab mengapa anak-anak sulit diatur, cenderung melawan, dan memiliki attitude yang buruk adalah karena tidak adanya aturan di rumah, atau karena aturan tersebut sangat lembek. Aturan bukan berarti harus keras, melainkan tegas.

Sebagai orangtua menegakkan aturan yang berlaku di rumah dan memberikan ketegasan kepada setiap pelanggarnya adalah cara paling tepat dan paling produktif untuk meningkatkan kemampuan anak dalam menghargai, mengambil sikap, dan akan membuat anak berpikir lebih matang sebelum mengambil keputusan.

Jika di rumah kamu akan membuat sebuah peraturan, pastikan peraturan tersebut dikomunikasikan dengan jelas baik konsekuensi maupun caranya. Pastikan juga kamu memberikan alasan yang mudah dipahami oleh anak-anak mengapa aturan tersebut harus ada. Jadi, pastikan juga peraturan tersebut masuk akal dan tidak berlebihan serta tidak menyebabkan rasa sakit terutama pada fisik.


Jadilah orang yang tenang dan sabar


Mengendalikan emosi sebanyak dan sesering mungkin adalah cara menjadi orangtua yang baik. Setiap kita harus menyadari bahwa anak hanya bisa belajar melalui kesalahan yang mereka buat. Dan anak-anak tidak hanya akan melakukan satu atau dua kesalahan yang sama, melainkan mereka bisa melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Namun sebagai orangtua yang bijak dan pengertian, kamu harus membimbing mereka dan tetap sabar serta menghindari kata-kata kasar, umpatan, kata-kata yang menyalahkan, atau menyudutkan mereka.

No comments:

Post a Comment