Monday, 30 September 2019

Belajar dari Kesalahan Mendidik Anak

Bisa dibilang, saya dan suami ini punya kesamaan, bahkan banyak sekali yang menjadikan kami sama. Biasanya kan ada suami istri yang berbeda pendapat dan pandangan dalam mengurus anak mereka. Gak jauh-jauh, orang tua saya sendiri yang beda pemikirannya dalam menyikapi kelakuan adek saya. Si Emak yang suka khawatir dan apapun itu harus laporan kalau mau kemana-mana​ padahal adek saya udah 24 tahun. Sedangkan bapak, sama persis kayak si Mas yang lebih memberi kebebasan kepada adek saya.



"Dia udah dewasa, ngerti mana yang baik dan buruk buat dia"

 Begitu kira-kira kesimpulan yang saya dapatkan dari sikap bapak dan suami saya. Semakin dikekang, akan  semakin tidak terbuka, itulah anak laki-laki yang udah mulai dewasa. Mungkin karena mereka sama-sama​ laki-laki, jadi pemikirannya ya sama.

Friday, 20 September 2019

Pengalaman Menyapih Anak, Nyapih Zayn tak Semudah Nyapih Kinza

Tanggal 13 kemaren, Zayn berusia 2 tahun
 Seperti kakaknya Kinza, dihari dia lahir, hari itu juga saya menyapih mereka. Karena saya percaya, bahwa umur 2 tahun adalah waktu yang tepat untuk menyapih anak. Seperti yang Al-Quran bilang, karena tidak ada keraguan dan keburukan sedikitpun jika kita mengikuti Al-Qur'an.



Dan dari dua anak ini, saya belajar bahwa menyapih anak untuk berhenti mimik ASI adalah sebuah perjuangan. Gimana tidak, kita harus lebih kuat untuk tidak luluh dengan tangisan anak saat meminta mimik. Dan Zayn.. sudah hari ke 7 ini masih tetap sama saja seperti hari pertama disapih.

Selalu menangis sebelum tidur


Waktu menjelang tidur adalah waktu dimana Zayn biasanya mimik sampai dia puas. Karena kebiasaan itu ya.. mungkin jadinya Zayn tantrum sampai berjam jam. Teriak-teriak karena gak bisa mulai mejamin matanya sendiri padahal sangat ngantuk. Dan ini berulang siang dan malam setiap mau tidur.