Wednesday, 30 November 2016

Tips Jalan-Jalan Tetap Menyenangkan Meski Mobil Mogok

Bagi beberapa keluarga termasuk saya, acara keluar bareng sama suami dan anak adalah sesuatu yang sering kita lakukan. Selain mendekatkan diri satu dengan yang lainnya, jalan-jalan ternyata juga bisa membuat kita makin sayang sama pasangan. Kalau sama anak jelas sayangnya ya.. Karena dia belum tau apa itu kasih sayang, ya.. cukup memberikan kasih sayang sama yang udah ngerti aja, suami ;).

Setiap akhir pekan, pasti banyak keluarga yang merencanakan jalan-jalan bareng. Tapi, tidak banyak keluarga yang merencanakan bakalan ada kejadian mobil mogok ditengah jalan saat suasana hati sedang senang. Nah.. tips jalan-jalan menyenangkan meski jika nanti ada cerita mobil mogok karena Aki yang ngambek tanpa persetujuan kita, cuz yuk..

Menyiapkan Uang lebih


Selalu menyiapkan uang lebih saat bepergian adalah pikiran dan niat yang baik sebelum kita jalan-jalan bersama keluarga. Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga saat terjadi sesuatu ditengah jalan seperti ban bocor atau mogok. Dengan yang lebih, maka kita tidak akan khawatir lagi untuk tetap senang meskipun ada kejadian kurang menyenangkan.

Membawa bekal makanan


Kadang, acara mobil mogok memang merusak suasana santai bersama keluarga. Oleh karena itu, hendaknya kita yang berprofesi sebagai seorang ibu, sudah memperkirakan hal-hal yang bisa membuat anak ribut ditengah jalan. Membawa bekal makanan yang cukup, akan mengatasi kebosanan karena menunggu mobil yang sedang diperbaiki.

Hubungi Shop N Drive


Nah ini cara yang paling mudah diterapin dan paling membantu mengatasi maslah mogok dijalan karena AKI soak. Dan.. Mungkin banget, mobil mogok pas tengah malam atau jauh dari bengkel mobil yang paling nyesek ada bengkel tapi tutup. Sekarang, kamu gak perlu khawatir lagi dengan masalah teknis seperti itu, apalagi kamu tinggal di kota besar. Kini ada Shop And Drive yang bisa kamu  Call di nomor 15-000-15 untuk mendapatkan layanan GS Astra Delivery. Kapanpun dan dimanapun, karena selama 24 jam 7 hari, GS Astra Delivery gak pernah tutup. Itu artinya, meskipun mobilmu mogok ditengah jalan saat sedang liburan bareng keluarga, cukup hubungin 15-000-15.

Semoga, selanjutnya Shop And Drive GS Astra Delivery semakin menyebar dipenjuru negara Indonesia, agar semakin nyaman perjalanan yang kita lakukan. Semoga membantu ya..

Artikel ini saya ikut sertakan dalam Kompetisi Bercerita Shop N Drive - #GSAstraDelivery.

Monday, 28 November 2016

Tips Sukses Melatih Toilet Training, Perkembangan Kinza Setelah 12 Hari

Akhirnya kembali lagi setelah hampir 2 minggu saya melatih Kinza untu pipis ke kamar mandi, setelah hari pertamanya anak 2 tahun toilet training hasilnya? Sangat memuaskan. Kinza sudah tidak ngompol lagi, sama sekali sampai hari ini. Sebenarnya, saya sudah mencoba toilet training sejak Kinza berumur 2 tahun, tapi ya gitu deh... saya udah nyerah duluan baru dapet satu jam 😂. Akhirnya.. saya pakein popok lagi sampai beberapa minggu saya coba lagi nyerah lagi. Begitu seterusnya sampai 3 kali. Hingga akhirnya yang terakhir kemaren itu ceritanya popok Kinza habis sementara hujan dan kalau beli harus ambil uang dulu di ATM karena gak ada uang dirumah.



Karena keadaan terpaksa itulah akhirnya saya melepas popok Kinza dan membiarkannya mengompol haha.

Friday, 25 November 2016

Manisan Salak, Seger Bikin Ngiler

Setiap pulang ke rumah ibu di desa Wonosalam, saya selalu pulang dengan harta ghonimah yang nyaris sampai gak bisa kebawa sama motor. Maunya, kalau musik lagi bawa mobil aja kali ya biar muat banyak 😋. Emak saya sendiri, kalau saya pulang ada aja yang mau dibawakan. Jadi keinget waktu masih di Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur dulu, Mama mertua juga kayak gitu, suka nyariin segala macam di kebun buat dibawa pulang ke rumah kontrakan. Dari sayur, kelapa muda, ikan, krupuk dan masih banyak lainnya, oh ya.. beras juga wwkwkwkwk.



Enak sih jadi anak itu, selalu diperhatiin orang tua, meski saya atau suami sudah berumah tangga, tetep diperhatiin gitu lah. Apalagi saya sebagai mantu yang cerewet dan gak bisa diem, mama mertua jadi juga sama crewetnya kayak saya, nyambung 😂.

Nah kembali lagi ya.. Jadi ceritanya kemaren saya dibawain banyak banget buah dan sayur dari rumah emak. Dari nanas, pisang, salak, nangka muda, daunsingkong, daun pepaya juga kelapa buat masaknya. Sekarung enggak cukup beneran haha. Salak yang dikasih ada 2 jenis, salak pondoh dan yang jenis lainnya, kita nyebutnya salak pager karena ditanemnya buat magerin kebun haha. Salaknya rasanya campur-campur, manis, kecut, sepet  kayak nano nano lah. Kebetulan banyak, jadi saya bagi sama tetangga depan, kanan, kiri rumah saya.

Thursday, 24 November 2016

Kelebihan Wanita yang Justru Tidak Disukai Pasangannya

Ya.. Haloo.. Mrs. Jo datang lagi dengan category Hubungan haha..

Emang, kalo ngebahas hubungan rasanya gak pernah ada habisnya yaa.. Selalu asik dan renyah 'kriuk' kayak ngemil rempeyek.. Gak akan berhenti kalau gak abis. Entah itu cinta yang bahagia ataupun cinta yang gak bahagia-bahagia amat, pokoknya kalau ngebahas cinta, bawaannya alay dan susah move on. Daaaannn Kadang, jadi wanita itu memang mudah-mudah sulit, apalagi wanita yang punya banyak kelebihan. Dan beberapa kelebihan wanita yang malah dibenci laki-laki ini kadang ga kita sadari sebagai pemilik kelebihan ya.. :D. Okee... Kita cus aja yuk..


Kelebihan Ngomong


Hayoo.. wanita mana yang gak suka ngomong dan bicara nyerosos sana-sini. Lumrah memang, malah yang fenomenal, kejadian kepasar perbandingan laki-laki dan perempuan dari beli bawang merah jika lelaki yang ditanya dari mana, pasti mereka cuma bilang beli bawang merah. Tapi, coba wanita yang ditanya, bisa lanjut ke cabe, bawang putih, ayam dan banyak lagi.




Tuesday, 15 November 2016

Pengalaman Toilet Training Anak 2 Tahun, Hari Pertama

Mendung sudah sejak pagi-pagi sekali mengintip di permukaan langit, seolah tak mau melepaskan mentari pergi begitu saja, meninggalkannya. Udara semilir, udara yang paling saya suka karena tidak membuat badan saya menebar harumnya, keringat bercampur entah apalah yang saya sendiri malas untuk menciumnya. Setidaknya.. suasana itu yang ada pagi ini di Jombang, Jawa Timur.

Sejak beberapa bulan yang lalu, jadi ceritanya saya itu sudah mau melakukan toilet training  untuk kesayangan saya Kinza. Target bisa lepas popok diawal usianya yang ke 2 ternyata gagal total, cuma satu alasannya, saya males ngepel akibat ompol yang jadi sebab najis dimana-mana. Tapi, setidaknya saya sudah mencoba untuk melepas popok Kinza walau hanya beberapa jam saja, itu perjuangan, harus dihargai karena belum ada satu jam saya ngepel 4 kali haha. Dasarnya anak bayi, mau digimanakan lagi, belum ngerti dan gak pernah diajari, salah siapa?



Sunday, 13 November 2016

Usia Cantiknya, Memberi Banyak Pelajaran Hidup Untukku

"Mak.. mudahnya Sampean ngasih?"

Begitulah kata yang saya ucapkan kepada ibu saya, ketika beliau bercerita bahwa ada sepupu yang baru menikah akan meminjam uang kepadanya.

"Ya.. soale aku ngerti rasane ndok, pie rasane gak ndue duit tapi gak nok seng ngekei utangan, padahal kebutuhan mendesak"  (ya.. karena saya tahu bagaimana rasanya tak punya uang dan gak ada yang memberi pinjaman sedangkan kita butuh sangat mendesak)

Tentu saja, ada banyak kisah yang bisa saya jadikan pelajaran hidup dari kisah emak saya. Bagaimana beliau berperilaku kepada saudara, tetangga, kepada suami, kepada anak-anaknya bahkan kepada uang yang ia miliki. Semuanya tertata, cermat! Dibalik kemurahan hati Ibu saya, ada berjuta cerita sedih yang sudah beliau lalui.

Emak, saya dan kedua adik saya :)


Kala itu, tahun 1990 kami sekeluarga adalah seorang transmigran yang ada di Sumatera Utara. 8 tahun berada disana, sukses membuat saya menjadi gadis yang tidak mudah bergaul karena hidup ditengah hutan. Pekerjaan emak dan bapak saya adalah membelah hutan dan mencoba menyulapnya menjadi lahan yang pantas untuk ditinggali dan bercocok tanam. Tak heran jika ibu saya yang seorang wanita ini harus melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar di lahan rimbun dan seolah tak peduli wajahnya terkena  teriknya sinar matahari setiap hari. Dari mencangkul, potong rumput sampai mencari kayu bakar semua sudah dilakoninya.

Mungkin, saat itu tidak ada dalam kamus emak saya untuk menjaga kulitnya. Bagaimana tetap halus atau tetap cerah seperti yang sering dilakukan oleh wanita kebanyakan. Bahkan ancaman sinar matahari yang bisa menyebabkan wajahnya rusak serta masalah lain seperti keriputpun diabaikannya. Andai beliau bisa, andai beliau mampu.. saya yakin sebagai wanita, ia pasti ingin merawat kulitnya dengan baik.



Tentu saja bukan tanpa sebab kenapa ibu saya begitu cueknya dengan wajah cantik yang ia miliki. Keadaanlah yang memaksanya untuk terus menyakiti wajahnya. Hanya bahan-bahan alami seperti sayuran dan buah-buahan yang ia tanamlah yang membantu memperbaiki kulit wajahnya, tanpa ia sadari. Toko-toko kosmetik yang jauh dan sangat sulit dijangkau dari tempat kami. Jikapun ada, mereka hanya menyediakan kebutuhan pokok saja. Pasar yang baru bisa dijamah dengan berjalan kaki selama semalam suntuk serta membelah gelapnya hutan dengan penerangan jalan seadanya, lampu minyak tanah. Jangankan setiap hari, belum tentu dalam sebulan kami bisa melihat hiruk pikuk pasar.

Saat ini, noda-noda hitam diwajahnyalah yang menjadi saksi bagaimana kerasnya ia menjalani kehidupan masa mudanya. Bukan hanya secara lahir saja yang bisa terlihat oleh orang lain. Tapi, lebih kepada batin yang terlihat dari bagaimana beliau menyikapi setiap masalah yang ada. Lebih sabar, lebih cermat dalam keuangan, bijaksana dan selalu menjalin komunikasi yang baik dengan kami anak-anaknya serta tidak menggampangkan kemudahan dan fasilitas.



Beruntunglah kita, yang hidup dengan  kecukupan, kemudahan dan fasilitas yang serba ada. Kita bisa melakukan apapun yang kita mau tanpa terhalang situasi dan akomodasi. Kita bisa berkarya sebebas yang kita mau tanpa terhalang keadaan yang memaksa kita tidak bisa. Justru keinginan dalam dirilah yang harus selalu dipacu untuk terus melahirkan karya-karya terbaik yang orang lain butuhkan. Ya.. hanya keinginan dalam diri. Tanpanya, sama saja kita seperti hidup berada dalam hutan, tanpa lampu, tanpa internet, tanpa fasilitas. Hutan yang kita ciptakan sendiri.

Begitulah kisah ibu saya dan pelajaran yang dapat saya bagi, wanita kelahiran tahun 1971 ini hingga kini masih sehat di usia cantiknya. Guratan wajahnya yang semakin terlihat, menandakan usianya kini kian berharga, tak peduli bagaimana ia dulu berusaha dengan sangat keras akan hidup, kini saya hanya berharap semoga beliau semakin bahagia menjalani usia cantiknya.

Saya sendiri bertanya-tanya, apakah saya bisa memiliki wajah dan kepribadian yang sama saat  bertemu dengan usia cantik saya nanti. Akankah saya bisa seperti ibu saya yang bisa mempertahankan kecantikannya hingga usianya semakin bertambah seperti sekarang. Yang bisa saya lakukan hanyalah memanfaatkan kesempatan dan kemudahan fasilitas dengan mulai merawat wajah mulai sekarang, semoga diusia cantik saya kelak, saya bisa sebersinar ibu saya, bahkan bisa lebih baik darinya.

Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.


Thursday, 10 November 2016

Keuntungan Bekerja Dekat dengan Anak

Postingan ini terinspirasi dari chat saya di grup sekolah dulu. Awalnya sahabat saya bilang dia sedang di Halmahera, dengan ngawurnya dia bilang itu kampung halaman saya kwwkw. Padahal dia tahu betul saya orang Jawa asli. Salah seorang teman menimpali,

"Ngapain kamu kesana?"

"Sebagai bapak yang tugasnya cari nafkah" Katanya simple..

"Lah.. aku, bapaknya cari nafkah tapi aku gak pernah ditinggal lho.. Enak ditungguin terus, terlebih bisa ngawasin anak bareng-bareng"



Begitulah awalnya..

Banyak orang tua yang biasa meninggalkan buah hatinya bersama eyangnya atau pembantunya sendiri dirumah. Tentu saja semua itu bukan karena ataupun dengan keinginan mereka sendiri. Banyak sebab orang tua meninggalkan anak-anaknya saat ia masih berusia dini. Dari tuntutan pekerjaan, karir sampai situasi yang memang seharusnya begitu. Disini, saya tidak akan membahas sikap-sikap ibu yang meninggalkan anaknya dirumah sendiri dengan orang lain, karena saya tahu, semua orang berbeda menurut kesepakatan rumah tangga dan kebutuhannya masing-masing pasangan.

Hanya saja, sebagai seorang ibu yang tidak bekerja diluar rumah dan selalu bisa berada didekat anak-anak. Saya merasakan beberapa hal yang mungkin tidak dirasakan oleh ibu pekerja. Dan begitupun sebaliknya, saya juga tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibu bekerja saat meninggalkan anaknya dirumah atau di penitipan anak.

Bisa mengawasi anak bersama


Kadang, sang ayahlah yang sangat jarang bertemu dengan buah hati. Mereka harus bekerja diluar rumah dari pagi hingga sore hari. Sedangkan saya dan mas Joo, selalu bersama dalam satu rumah karena pekerjaan kami. Dan untungnya, kami memiliki pikiran yang sama soal mendidik anak ini. Kadang, memang saya bisa sangat kesal dengan tingkah Kinza yang gak bisa diam. Bahkan, mau pake baju saja bisa memakan sampai 15 menit. Saling kejar, gak mau dipakein baju, lari kesana kemari, duh! Tapi Abinya itu sabarrr banget sama Kinza, jadi cemburu juga :D.

Ada banyak hal yang harus kami luruskan dan kami diskusikan, seperti tidak mudah menerima barang dari orang lain sampai mengajarinya untuk mudah berbagi dengan temannya.

Abi Kinza sendiri tidak mengizinkan saya bekerja diluar rumah sedangkan saya sendiri memang tipe-tipe wanita rumahan :D. Dan menurutnya.. wanita menikah memang harus dirumah, saya sih manut-manut saja, karena saya percaya, pembagian fitrah suami istri memang sudah ada, begitu saja.

Thursday, 3 November 2016

Jenguk Mbah Putri, Kinza Sudah Mulai Berani Komunikasi

Semalem, Kinza njenguk Mbah Putri, ibu dari Ama-nya Izzah. Sebenarnya, Kinza adalah anak yang bisa bergaul dengan siapa saja. Dia mudah bergaul seperti saya, gak takut untuk mendekat ataupun salim dengan orang yang baru dilihatnya. Tapi ada pengecualian, Kinza gak mau salim sama orang yang kelihatan tua hahaha, duh anakkuu... malu Ummi nak nak.. kalau sama yang sepadan dan sepantaran sama dia, langsung mau dan mengakrabkan diri.



Berani Menjawab ketika ditanya


Meskipun kadang Kinza masih malu-malu, dia kadang berani menjawap pertanyaan dan menolak sesuatu dengan lawab bicaranya. Kalau dengan saya dan Abi-nya, Kinza memang sudah biasa  menolak kalau dia tidak suka dengan sesuatu. Kami memang membiasakan untuk memancing Kinza bercerita dan menjawab ketika ditanya. Tujuannya tentu saja agar Kinza berani ngomong, meski bukan dengan saya dan Abi-nya.

Tetap Aktif dimanapun dia berada


Kinza dan mungkin sebagian besar anak batita semuanya pasti gak kenal takut jika berada ditempat baru. Kebetulan kemaren dirumah sakit, Mbah Putri berada di ruang VVIP jadi kondisinya sangat baik dan tenang. Kinza minta keluar dan berlari kesana kemari seperti ada dirumah sendiri. Ya.. Abinya yang jagain, saya mah dah capek gendong dia dari parkiran sampai halaman rumah sakit. Meski Kinza dah ribut minta turun sejak turun dari motor, tapi banyak motor jadi ya saya yang ngalah :D.

Akhirnya, sekitar satu jam kami disana, Kinza sudah dapat makan kue, BAB dan nangis karena jatuh. Pas pulang, Kinza malah dibawain buah dari Rumah Sakit, duh.. yang njenguk malah dapet oleh oleh hehehe. Yang penting, Kinza sudah mulai berani dengan orang lain, dan gak selalu mbuntut sama Umminya hehe.